Divestasi Area 47 Tuntas, Medco (MEDC) Tinggalkan Libya
:
0
Area eksplorasi migas besutan Medco Energi tampak bermandi cahaya. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Medco Energi Internasional (MEDC) mulai memangkas aset dinilai tidak produktif. Terbaru, emiten besutan mendiang Arifin Panigoro itu, Medco mendivestasi aset di wilayah Afrika. Yaitu, melepas kepemilikan di Kontrak Area 47 Libya.
Aset tersebut dilepas kepada Libya National Oil Corporation (NOC). Manajemen Medco mengklaim divestasi tersebut sejalan dengan strategi untuk terus meningkatkan portofolio melalui akuisisi, dan divestasi yang tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi kerja sama NOC selama transaksi ini berlangsung,” tutur Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi. Selasa (28/5).
Medco Energi dan NOC telah menyepakati pengalihan seluruh hak partisipasi perseroan 50 persen dalam perjanjian bagi hasil eksplorasi, dan produksi alias Exploration and Production Sharing Agreements (EPSA) pada kontrak area 47, dan seluruh kepemilikan saham perseroan 24,5 persen di Joint Operating Company, Nafusah Oil Operations B.V.
Divestasi itu, juga sekaligus menuntaskan seluruh tuntutan, dan gugatan di bawah arbitrase antara Medco Energi dan NOC. Di mana, perjanjian tersebut telah disepakati kedua entitas untuk ditarik.
Medco Energi, perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka Asia Tenggara. Medco Energi memiliki tiga segmen bisnis utama, Minyak & Gas, Ketenagalistrikan dan Pertambangan Tembaga & Emas. Medco Energi mengeksplorasi dan memproduksi minyak dan gas terutama di Indonesia.
Kelompok usaha Medco Energi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas, solar PV, panas bumi dan air Indonesia melalui Medco Energi Power, dan melalui kepemilikan non-konsolidasi Amman Mineral Internasional, operator tambang tembaga, dan emas besar di Indonesia. (*)
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk





