Dua Raksasa Kertas Sinar Mas Lunasi Utang Triliunan
:
0
Dua emiten manufaktur kertas dan pulp bagian dari Sinar Mas Group, PT OKI Pulp & Paper Mills dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), resmi melunasi sejumlah instrumen efek utang yang jatuh tempo.(Foto: Indah Kiat)
EmitenNews.com - Dua emiten manufaktur kertas dan pulp bagian dari Sinar Mas Group, PT OKI Pulp & Paper Mills dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), resmi melunasi sejumlah instrumen efek utang yang jatuh tempo pada Senin (12/10).
Atas pelunasan seluruh kewajiban tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) secara resmi menarik peringkat efek utang terkait.
Berdasarkan data Pefindo pada Senin (12/10), PT OKI Pulp & Paper Mills melunasi empat instrumen surat utang sekaligus. Efek utang tersebut meliputi Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri B senilai Rp1.608.890.000.000 bersertifikat peringkat idA+, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A dengan peringkat idA+(sy) senilai Rp333.200.000.000.
Selain itu, PT OKI Pulp & Paper Mills juga melunasi Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri B berperingkat idA+ senilai Rp1.042.090.000.000, serta Obligasi USD Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A berperingkat idA+ senilai USD1.058.000.
Pada hari yang sama, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk turut menyelesaikan pembayaran penuh atas dua instrumen obligasi valuta asing. Pelunasan mencakup Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2025 Seri A senilai USD5.820.000 dan Obligasi USD Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A senilai USD1.495.000. Kedua instrumen efek utang milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk tersebut tercatat memiliki peringkat idA+.
Penarikan peringkat oleh Pefindo merupakan prosedur standar pasar modal setelah penerbit menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran pokok dan bunga atau imbal hasil surat utang.
Keberhasilan pelunasan obligasi, obligasi wawasan lingkungan, sukuk mudharabah, hingga obligasi berdenominasi USD ini memberikan sinyal positif bagi likuiditas dan manajemen kas korporasi di Indonesia. Langkah disiplin pelunasan kewajiban utang tepat waktu ini menjaga kepercayaan para investor pasar modal serta kredibilitas emiten industri kertas dan pulp nasional di Bursa Efek Indonesia.(*)
Related News
Susul MGLV, FILM Bebas Jeratan HSC
LTLS Manfaatkan Kas dan Kredit Bank untuk Lunasi Obligasi
MTEL Wakili BUMN Masuk Klub HSC, Siapa Menyusul?
Perluasan HSC Makan Korban, 5 Emiten Masuk, dan 1 Bebas
Lima Emiten Baru Berstatus HSC, Lengkap 67 Jumlahnya
Bebas HSC, Emiten Boy Thohir Kebut Data Center Cikarang, dan Batang





