Efek Positif Sektor AI Tahan Kontrak Berjangka Saham AS
:
0
Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak stabil pada Rabu (23/9) setelah indeks Nasdaq Composite yang didominasi sektor teknologi berhasil mencetak rekor tertinggi baru. (Foto: QZ.com)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak stabil pada Rabu (23/9) setelah indeks Nasdaq Composite yang didominasi sektor teknologi berhasil mencetak rekor tertinggi baru pada sesi perdagangan sebelumnya.
Menurut data Trading Economics, penguatan indeks teknologi tersebut ditopang oleh kenaikan saham perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan. Penurunan harga minyak bumi serta imbal hasil obligasi yang lebih rendah turut memberikan dorongan positif bagi pasar saham seiring munculnya harapan de-eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Dalam perdagangan reguler pada Selasa (22/9), Nasdaq Composite tercatat menguat 0,45 persen, sementara S&P 500 ditutup stagnan, dan Dow Jones mengalami penurunan sebesar 0,36 persen. Pergerakan ini dipicu antusiasme pasar terhadap peluncuran agen AI Muse dari Meta yang memicu optimisme baru di sektor teknologi, serta rencana Anthropic meluncurkan model AI bisnis berbiaya lebih murah jelang debut di Wall Street.
Kondisi pasar keuangan Amerika Serikat ini turut menjadi perhatian bagi pelaku pasar di Indonesia. Pergerakan indeks Wall Street dan stabilitas harga minyak dunia biasanya memberikan sentimen langsung terhadap arah Indeks Harga Saham Gabungan serta pergerakan nilai tukar rupiah di pasar domestik.
Saat ini para investor global tengah mencermati rilis laporan keuangan kuartalan terbaru pada Rabu (23/9) dari sejumlah emiten besar seperti Cintas, Paychex, dan General Mills untuk mengukur stabilitas kinerja korporasi di Amerika Serikat.(*)
Related News
Emas Stabil di Atas USD4.350 Seiring Penurunan Harga Minyak
Pembicaraan AS-Iran Buat Harga Minyak Makin Anjlok
Kejar Aset Kewajiban BLBI, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi
Rupiah Turun ke Rp17.884, Pasar Waspadai Hal Ini
Emas Dunia Rebound, Kok Emas Antam Turun?
Harga Minyak Turun, Bitcoin Jadi Buruan Investor





