EmitenNews.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) berpotensi suspensi sahamnya berlanjut. Pasalnya, dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, ekuitas DIGI masih tercatat negatif.

Alasan yang sama untuk saham DIGI yang kini masih terjerat suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam laporan tersebut, DIGI mencatatkan defisiensi modal sebesar Rp4,60 miliar, membengkak dari posisi ekuitas negatif sebesar Rp4,09 miliar pada akhir Desember 2025. Hal itu dipicu membengkaknya saldo defisit yang tembus Rp50,71 miliar.

Meski sedikit berubah, jumlah liabilitas DIGI masih bertengger di Rp21 miliar, sehingga total aset perseroan tercatat sebesar Rp16,80 miliar. Angkanya turun jika dibandingkan dengan per akhir 2025 sebesar Rp17,66 miliar.

Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan Rp26,48 miliar di triwulan III 2026, turun dari Rp27,94 miliar. Seluruh pendapatan perseroan disumbang oleh jasa penyedia konten dan portal web.

Rincinya, pendapatan jasa penyedia konten dan portal web berasal dari penyediaan jasa data transfer, download ringtones, logo, kuis, polling, dan lain sebagainya untuk aplikasi mobile dengan bekerjasama dengan provider telekomunikasi, serta pendapatan jasa iklan berbasis website di suara.com.

Di sisi lain, DIGI memang berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp11,38 miliar dari Rp15,43 miliar di periode sama tahun lalu.

Meski memang, perseroan yang mengelola portal web itu masih membukukan rugi bersih di triwulan III 2026.

Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp730,23 juta, membaik 73,84% dibandingkan periode sama tahun lalu yang rugi Rp2,79 miliar.

Hingga saat ini, belum ada aktivitas transaksi atas saham DIGI karena suspensi. Terakhir diperdagangkan, saham DIGI bertengger di level 29.