Emiten Pupuk Terjerat HSC (DGWG) Angkat Suara Soal Putusan BEI Terbaru
:
0
Salah satu produk pupuk emiten PT Delta Giri Wacana Tbk. Foto: DGWG.
EmitenNews.com - PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG) emiten pupuk merek DGW buka suara terkait kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan mengeluarkan saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Corporate Secretary DGWG Denny Loryta Davinci mengungkap kepada EmitenNews, Selasa (20/10/2026) bahwa perseroan menghormati keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI tersebut.
"Perihal pengumuman kebijakan OJK dan BEI terkait dengan kebijakan akan mengeluarkan saham-saham HSC dari perhitungan IHSG kami dapat sampaikan bahwa pertama kami menghormati keputusan OJK dan BEI tersebut," ujar Denny, Selasa (20/10).
Sejalan dengan kebijakan regulator, manajemen DGWG mengaku masih mencermati perkembangan dan mengkaji langkah-langkah yang relevan.
Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan lembaga profesi penunjang pasar modal maupun investor untuk mengupayakan agar DGWG bisa segera keluar dari daftar HSC dan tidak dikeluarkan dari perhitungan IHSG.
"Dalam lingkup tata kelola, DGWG tentunya berkomitmen untuk menjadi bagian dalam menciptakan iklim investasi yang baik dan memenuhi seluruh prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance)," tutupnya.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik pada Senin (19/10/2026) mengumumkan dua inisiatif baru, salah satunya adalah mengeluarkan seluruh saham HSC dari IHSG untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar. Saat ini kontribusi saham HSC yang totalnya berjumlah 80 itu mencerminkan porsi terhadap IHSG yang dapat mencapai sekitar 18%.
Adapun, mengenai tindakan eksklusi dari IHSG diberlakukan di waktu mendatang dan diestimasikan Jeffrey, “Bulan depan (November).”
Related News
Avia Avian (AVIA) Terima Dividen Hampir Rp50 Miliar dari Anak Usaha
Berkat Data Center, DMAS Kantongi Pendapatan Usaha hingga Rp2,65T!
Kena Margin Call, Pengendali ASRI Top Up Agunan Repo 150 Juta Saham!
Asing Masih Net Sell Nyaris Rp2T, Meski IHSG Sesi I (20/10) Naik 4,16%
Dirut Pertebal Porsi Sahamnya di MDLA, Rogoh Kocek Rp276 Juta!
PTRO Klarifikasi Saham Volatil Jelang RUPSLB Rights Issue 23 November





