Emiten Sarang Walet (RLCO) Mulai Jajaki Ekspansi di Pasar Domestik
:
0
Ilustrasi produk emiten PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO). Foto: RLCO.
EmitenNews.com - Setelah lama menggarap pasar ekspor global, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) resmi membuka kanal pemasaran produk ke konsumen domestik.
Emiten suplemen kesehatan dari sarang burung walet ini meluncurkan ekspansi lini premium Realfood Reserve untuk pintu masuk ke konsumen Indonesia.
Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026) mengatakan pengembangan produk ini dilakukan dengan standar global.
"Pembukaan kanal domestik ini merupakan langkah kami untuk membawa standar yang selama ini kami bangun untuk pasar internasional lebih dekat kepada konsumen Indonesia," ungkap Edwin.
Sebagai informasi, standar global tersebut mencakup ISO 22000/2017, GACC/2018, FDA/2022, serta FSSC 22000/2024.
Menurut Edwin, selama ini industri sarang walet identik dengan ekspor. Pengalaman memenuhi kebutuhan pasar internasional itu kini jadi fondasi untuk menggarap pasar domestik.
"Kami melihat bahwa konsumen domestik juga semakin memperhatikan asal-usul, kualitas, keamanan, dan proses di balik sebuah produk," tutur Edwin.
Edwin mengungkap akan menekankan traceability. Asal-usul, grade, hasil lab, hingga fasilitas pengolahan didokumentasikan untuk konsumen.
Realfood Reserve sendiri menggunakan bahan baku sarang burung walet asal Sulawesi Tengah dari empat kabupaten, yang diproses di fasilitas Bojonegoro, Jawa Timur.
Untuk tahap awal, Perseroan memperkenalkan dua produk premium yaitu The Nest dan The Ritual Set. Keduanya whole cup bird's nest asal Sulteng, dengan pelengkap seperti red dates (jujube) dan gula batu.***
Related News
Lepas 3,7 Juta Lembar, Pengendali Ini Masih Miliki 10,40% Saham MPRO
BRNA Siapkan Rights Issue Rp372,6 Miliar, Ada Bonus Waran Seri I
Tahir Jual 45,17 Juta Saham MPRO di Sepanjang September, Serok Rp548M!
Jual Kestrel, AADI Raup USD735 juta dan Potensi Tambahan USD550 Juta
Preskom dan Direktur LINK Ajukan Resign Bareng di Awal Oktober
Perusahaan Terkendali CNKO Suntik Modal ke Dua Anak Usaha





