Emiten Unggas (MAIN) Raup Penjualan Tembus Rp7,3T, Laba Meroket 266%
:
0
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Foto: MAIN
EmitenNews.com - PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berhasil meraup laba bersih mencapai Rp98,89 miliar di medio 2026. Jumlah tersebut melonjak 266,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,97 miliar. Hal ini dikarenakan terjadi pertumbuhan di penjualan bersih, kendati dari sisi beban pokok penjualan pun terdapat kenaikan.
MAIN membukukan penjualan bersih di medio 2026 sebesar Rp7,30 triliun, meningkat 19,67% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp6,10 triliun. Namun, peningkatan penjualan juga disertai beban pokok penjualan yang naik 18,79% , dari Rp5,64 triliun menjadi Rp6,70 triliun.
Pada semester I 2026, MAIN membukukan laba bruto sebesar Rp601,41 miliar, naik 31,21% dari tahun sebelumnya sebesar Rp458,36 miliar. Setelah menghitung penyesuaian nilai wajar akhir aset biologis yang melandai, serta beban penjualan serta beban umum dan administrasi hingga pendapatan usaha lain-lain, MAIN mencatat laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp133,02 miliar, melonjak 243,90% dari tahun lalu sebesar Rp38,68 miliar.
Namun, jika menilik cashflow-nya, arus kas bersih judari aktivitas operasi justru tercatat defisit. Hal ini dikarenakan terdapat pembengkakan biaya pembayaran kepada pemasok dan karyawan mencapai Rp7,03 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp5,49 triliun. Jumlah tersebut mendekati perolehan penerimaan dari pelanggan di medio 2026 yang dibukukan sebesar Rp7,35 triliun.
Ditambahh terdapat pembayaran operasi lainnya yang juga meningkat menjadi Rp409,98 miliar dari Rp350,30 miliar, MAIN membukukan arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp145,60 miliar.
Di saat yang sama, MAIN juga gencar menggelontorkan dana untuk investasi. Perolehan aset tetap menjadi kontributor utama kenaikan, dari Rp90,67 miliar menjadi Rp417,09 miliar.
Meski begitu, emiten yang bergerak di bidang industri pakan ternak, pembibitan, peternakan ayam pedaging, serta pengolahan makanan ini masih konsisten membagikan dividen. Jumlahnya relatif sama di posisi Rp100 miliar, tepatnya di medio 2026 MAIN menyalurkan sebanyak Rp116,06 miliar dividen, turun dari tahun lalu yang mencapai Rp144,81 miliar.
Hingga akhir semester I 2026, posisi kas, setara kas, dan cerukan MAIN pada akhir Juni 2026 tetap terjaga aman di posisi Rp550,85 miliar, melonjak 116,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp254,73 miliar.
Adapun jumlah aset MAIN juga meningkat 15,61%, dari Rp5,70 triliun pada periode 31 Desember 2025 menjadi Rp6,59 triliun. Liabilitas naik 22,17% dari Rp2,30 triliun menjadi Rp2,81 triliun, dan ekuitas turun 0,35% dari Rp2,87 triliun menjadi Rp2,86 triliun.
Pada perdagangan intraday Kamis (6/8), saham MAIN bergerak di level Rp680. Dan secara year to date sahamnya telah terkoreksi 21,39% atau turun 185 poin.
Related News
Daya Magis Baru Bank BCA, Saham Bangkit 30% dari ATL Hingga Laba Rp15T
Menerka Calon Gubernur BI Berikutnya, Harus Penuhi 4 Kriteria Ini
Perkuat Aset Inti dan Akuisisi, TPIA Gelontorkan Investasi Jumbo
MNC Bank (BABP) Raih Laba Rp41,87M, Defisit Masih Menggunung Rp494M
Ada Transaksi Jual-Beli Saham di KDTN, Dari 35,93% Jadi Segini
Deretan Kinerja Emiten BUMN yang Konsisten Rugi dan yang Turnaround





