EmitenNews.com - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap V Tahun 2026 senilai Rp500 miliar. Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk menopang kebutuhan modal kerja Perseroan dan sejumlah anak usaha.

Obligasi ini terbagi menjadi dua seri. Seri A memiliki pokok Rp387,34 miliar dengan bunga tetap 9% per tahun dan tenor 370 hari kalender. Sementara Seri B memiliki pokok Rp112,66 miliar dengan bunga tetap 10% per tahun dan tenor tiga tahun.

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 22 Januari 2027. Seri A akan jatuh tempo pada 2 November 2027, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 22 Oktober 2029.

Dana hasil penerbitan, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dalam mendukung kegiatan usaha ENRG dan anak usaha. Penggunaannya antara lain untuk membayar biaya produksi dan biaya penunjang, sewa fasilitas produksi dan penyimpanan hasil produksi, bahan bakar, gaji, serta kewajiban kepada pemasok dan pihak ketiga.

Dari total dana tersebut, sekitar 20,22% akan digunakan langsung oleh ENRG. Porsi terbesar, yakni sekitar 40,44%, dialokasikan kepada PT Energi Maju Abadi.

Selanjutnya, sekitar 19,67% akan digunakan PT EMP Energi Gandewa dan sekitar 19,67% lainnya dialokasikan kepada PT EMP Energi Riau. Seluruh penggunaan dana ditargetkan terealisasi hingga 30 Juni 2027.

Penerbitan tahap V ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada dengan target penghimpunan dana hingga Rp4 triliun.

Sebelumnya, ENRG telah menerbitkan obligasi tahap I sebesar Rp500 miliar, tahap II Rp500 miliar, tahap III Rp500 miliar, dan tahap IV sebesar Rp250 miliar.

Untuk tahap V, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 15-19 Oktober 2026. Penjatahan dilakukan pada 20 Oktober, pengembalian uang pemesanan pada 22 Oktober, dan distribusi obligasi secara elektronik pada hari yang sama.

Obligasi selanjutnya dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 23 Oktober 2026.