EmitenNews.com - Harga emas merangkak naik mendekati USD 4.100 per ons pada perdagangan hari Kamis. Tren penguatan ini juga diikuti oleh harga perak yang melonjak hingga menembus di atas USD 58 per ons. Kenaikan harga logam mulia tersebut melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya.

Pergerakan ini terjadi setelah Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Langkah Fed ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan inflasi global yang dipicu oleh kembalinya eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah. Keputusan penahanan suku bunga memberi angin segar bagi emas, sebab tingkat suku bunga yang tinggi biasanya menekan minat investor terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas batangan.

Menurut laporan Trading Economics, tiga anggota Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC sebenarnya menyuarakan penolakan terhadap opsi kenaikan suku bunga. Sementara itu, Ketua Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa jika inflasi terus bertahan tinggi sepanjang periode perkiraan, maka penyesuaian suku bunga yang lebih tinggi bisa menjadi respons kebijakan yang tepat ke depannya.

Kondisi pasar global juga dipengaruhi oleh langkah bank sentral utama dunia lainnya. Bank of England dan Bank of Japan diperkirakan luas akan tetap mempertahankan suku bunga mereka pekan ini sembari terus memantau laju inflasi secara hati-hati.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji memberikan respons tegas atas serangan terhadap pasukan militer mereka di Yordania. Upaya perdamaian juga masih menemui jalan buntu karena pihak Teheran tetap bersikeras mempertahankan kendali penuh atas jalur perdagangan strategis Selat Hormuz.

Bagi pasar keuangan Indonesia, dinamika ini menjadi sentimen penting yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah serta harga emas domestik. Keputusan Fed dan lonjakan harga emas global umumnya memicu aksi pemburu aset aman di dalam negeri, sekaligus menjadi sinyal kewaspadaan bagi para pelaku pasar modal dan investor ritel di Indonesia.(*)