Fokus Bisnis Inti, Wijaya Karya (WIKA) Divestasi Saham PTP Rp187,95 Miliar
:
0
EmitenNews.com - PT Wijaya Karya (WIKA) akan melepas 15 persen saham Prima Terminal Petikemas (PTP) senilai Rp187,95 miliar. Divestasi 183.370.000 lembar alias 183,37 juta saham PTP itu, kepada Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).
Wijaya Karya dan SPTP telah menuntaskan proses rencana transaksi dengan meneken akta jual beli saham pada Selasa, 26 Juli 2022. Transaksi itu, dilakukan dengan pertimbangan untuk program strategis nasional bidang logistik. Telah dilakukan penggabungan (Merger) Cluster Pelabuhan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam menjalankan program strategis melalui Clusterisasi bisnis.
Itu dilakukan dengan pembentukan 4 Subholding. Salah satunya SPTP sebagai subholding Cluster bisnis petikemas. SPTP membawahi beberapa anak usaha mengelola terminal petikemas. Salah satunya PT Prima Terminal Petikemas (PTP) yang butuh langkah strategis untuk melaksanakan kerja sama dengan menggandeng partner bisnis prospektif.
Wijaya Karya sesuai penawaran SPTP, setuju untuk melepas saham PTP kepada SPTP. Itu dengan pertimbangan untuk lebih fokus pada core business, dan memperoleh dana guna menambah kas sehingga bisa mengurangi liabilitas jangka pendek. Dana itu, bisa digunakan untuk pembiayan proyek nantinya.
Sekadar informasi, pada 2013 lalu Wijaya Karya bersama Hutama Karya, dan Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) membentuk usaha patungan yaitu Prima Terminal Petikemas (PTP). Setelah Pelindo dimerger menjadi satu, lalu dilakukan restrukturisasi anak usaha dengan mengalihkan kepemilikan saham Pelindo di PTP ke PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) sebagai sub-holding klaster peti kemas.
Selanjutnya, SPTP pemegang saham mayoritas PTP bermaksud mengoptimalkan pelayanan terbaik untuk mencapai produktivitas sesuai standar internasional. Oleh karena itu, SPTP perlu mencari strategic partner berpengalaman dalam pengelolaan terminal petikemas berstandar internasional. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





