EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Danareksa (Persero) dan obligasi yang masih beredar menjadi idA+ dari sebelumnya idAA dengan prospek stabil.

Penurunan peringkat korporasi BUMN tersebut diumumkan Pefindo dalam rilis ikhtisar pemeringkatan pada Kamis (8/10). Langkah pemeringkatan ini mencerminkan penilaian Pefindo atas tingkat kemungkinan dukungan pemerintah yang lebih rendah seiring transformasi Danareksa.

Perusahaan mengalami pergeseran dari holding lintas sektor mencakup jasa keuangan, konstruksi, dan kawasan industri, menjadi holding yang berfokus pada kawasan industri. Meski tetap relevan secara strategis, peran baru ini menurunkan penilaian kemungkinan adanya dukungan luar biasa, dampak sosial, dan konsekuensi gagal bayar dari pemerintah.

Pefindo mencatat peringkat perusahaan didukung oleh kemungkinan dukungan yang cukup tinggi dari pemerintah, posisi kuat di industri kawasan industri, serta fleksibilitas keuangan yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan dan ukuran perlindungan arus kas yang moderat, serta paparan kondisi makroekonomi.

Peringkat dapat dinaikkan jika Danareksa mampu memperkuat posisi pasar melalui perluasan portofolio kawasan industri diimbangi perbaikan leverage keuangan secara berkelanjutan. Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan apabila target pendapatan atau profitabilitas tidak tercapai, belanja modal dibiayai utang membengkak, atau indikasi dukungan pemerintah melemah.

Danareksa merupakan perusahaan holding kawasan industri yang sepenuhnya dimiliki negara untuk mengelola tujuh kawasan industri BUMN, yaitu PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung.

Per 30 Juni 2026, Pemerintah Indonesia memegang satu lembar saham Dwiwarna Seri A di Danareksa, sementara kepemilikan saham Seri B dipegang oleh PT Danantara Asset Management (Persero). Perubahan struktur dan pemeringkatan ini menjadi perhatian bagi para pelaku pasar modal dan investor obligasi domestik.(*)