Gandeng 5 Bank Penyedia KPR, RelifeAsia (RELF) Kejar Pertumbuhan Penjualan yang Agresif
:
0
EmitenNews.com -Kekurangan supply perumahaan atau backlog masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Hunian layak bagi masyarakat masih menjadi isu sentral sektor perumahan di awal 2023 ini. Selain masalah pemenuhan atau penyediaan, juga terkait dengan upaya menambal kekurangan kebutuhan atau backlog perumahan di Indonesia.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Herry Trisaputra Zuna dalam rilis yang dikeluarkan Kementrian PUPR mengatakan, saat ini penyediaan perumahan masih dihadapkan pada tantangan besar untuk menyelesaikan 12,71 juta backlog rumah tangga, dan terus bertambah sekitar 600.000 – 800.000 rumah tangga baru setiap tahunnya.
Data backlog perumahan yang terus bertambah setiap tahunnya menjadi peluang bagi PT Graha Mitra Asia, Tbk yang dikenal juga dengan nama RelifeAsia, emiten yang baru saja melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan kode RELF. Ivan Darmanto, Direktur Utama RELF, mengatakan Permasalahan backlog ini menuntut peran semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk sama-sama berkontribusi memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat.
Menurut Ivan, RELF memiliki concern untuk ikut menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. “Perseroan menangkap ini sebagai peluang sekaligus menjadikannya momentum untuk mengejar pertumbuhan penjualan yang Agresif dengan ikut berkontribusi menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat”
Ivan menyatakan salah satu tujuan RELF melakukan IPO adalah untuk percepatan akuisisi lahan. Dana hasil penawaran umum yang didapat oleh Perseroan selain digunakan untuk modal kerja, juga digunakan untuk akuisisi lahan dalam rangka membuka dua proyek di lokasi baru. Dengan demikian setelah IPO Perseroan memiliki tiga portofolio proyek Perumahan yang semuanya akan didorong semaksimal mungkin untuk berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan.
Related News
SMGR Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Saham Menguat Usai Evaluasi LQ45
Catat Kinerja Kuat, ESSA Industries Bukukan Pendapatan USD186 Juta
GOTO Tak Didepak dari LQ45, IDX30, dan IDX80 Meski Harga Rp50, Kenapa?
Aset Jumbo, Pendapatan WIFI Semester I Tembus Rp1,57 Triliun
Kredit Tembus 1.000T, BCA Tegaskan Dukung Perekonomian Nasional
Melangit 790,73 Persen, SUPA Catat Laba Rp182,6 Miliar Semester I





