Garap Sungai Citarum, Waskita Karya (WSKT) Kantongi Kontrak Baru Rp517 Miliar

Proses penandatanganan kontrak kerja proyek rehabilitasi, peningkatan dan modernisasi jaringan irigasi di wilayah Sungai Citarum, Jawa Barat. Penandatanganan dilakukan oleh SVP Infrastructure I Division PT. Waskita Karya, I Nyoman Agus Pastima dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jaringan Irigasi Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Muhammad Farij Arif Riyanto dan Iwan Ruswandi.
EmitenNews.com — PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengantongi kontrak kerja baru berupa rehabilitasi, peningkatan dan modernisasi jaringan irigasi di wilayah Sungai Citarum, Jawa Barat. Nilai kontrak baru (NKB) atas paket pekerjaan tersebut sebesar Rp517 Miliar.
Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary WSKT, Novianto Ari Nugroho mengatakan bahwa, pemanfaatan sumber daya air yang optimal dan efisien diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Dalam kontrak kerja baru tersebut, antara lain terrdapat paket pekerjaan rehabilitasi, peningkatan dan modernisasi jaringan irigasi saluran sekunder (SS) Salamdarma Kiri Canal Sungai (CS) berlokasi di Kabupaten Subang dengan nilai total pekerjaan Rp275 miliar.
Selain itu, ada pula Kemudian untuk proyek rehabilitasi, peningkatan dan modernisasi jaringan irigasi SS. Kamojing CS, SS. Telar, SS. Barugbug CS, SS. Tapen CS, Saluran Irigasi (SI) Tarum Timur berlokasi di Kabupaten Karawang dengan nilai paket Rp242 miliar.
"Lokasi tepatnya di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang yang dimana banyak sekali lahan pertanian. Selain untuk jaringan pengairan untuk pertanian, sungai ini juga menjadi sumber utama kebutuhan primer bagi masyarakat sekitar," ujar Novianto dalam keterangannya, Rabu (8/6).
Adapun lingkup pekerjaan Waskita dalam proyek ini meliputi pekerjaan saluran, pekerjaan saluran modernisasi, pekerjaan jalan inspeksi dan pekerjaan persiapan modernisasi dengan jangka waktu pengerjaan selama 720 hari.
Hingga April lalu, Perseroan telah membukukan NKB sebesar Rp5,68 triliun atau mencapai 24,93 persen dari target kontrak baru pada 2022 senilai Rp30 triliun. Beberapa hari sebelumnya, WSKT juga memenangkan tender proyek remedial dan penanganan sedimentasi bendungan di Pulau Sumbawa.
"Dengan tambahan NKB ini, kami sangat optimistis target NKB tahun ini dapat tercapai," pungkas Novianto.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024