Gaya Hidup Buy Now Pay Later, Tren atau Jerat Utang Baru?
:
0
ilustrasi paylater. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -Tren Buy Now Pay Later , dalam beberapa tahun terakhir ini sangat popular, terutama di kalangan generasi muda. Konsep ini memungkinkan konsumen untuk membeli barang atau jasa tanpa harus membayar secara langsung, melainkan mencicil dalam jangka waktu tertentu tanpa bunga atau dengan bunga yang rendah dibandingkan kartu kredit. Tetapi apakah Buy Now Pay Later ini tidak akan mendatangkan risiko ?
Apakah Buy Now Pay Later benar- benar sebuah Solusi finansial atau justru menjadi jebakan yang berbahaya?
Apakah di balik kemudahan ini, Buy Now Pay Later tidak akan menyeret penggunanya ke dalam utang baru?
Kemunculan layanan Buy Now Pay Later, merupakan fenomena di era digital, kemunculan layanan Buy Now Pay Later tak lepas dari perkembangan teknologi finansial (fintech) yang semakin pesat. Platform e-commerce besar dan aplikasi keuangan digital berlomba-lomba menawarkan fitur ini sebagai alternatif pembayaran yang lebih fleksibel.
Popularitas Buy Now Pay Later semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih mengedepankan kenyamanan dan fleksibilitas dalam bertransaksi. Tak heran jika banyak konsumen tergiur untuk menggunakan layanan ini, terutama untuk kebutuhan belanja online, gadget, fashion, hingga tiket perjalanan.
Sebelum memanfaatkan Buy Now Pay Later , tentu kita haru mengetahui keuntungan Buy Now Pay Later dan manfaatnya, sehingga Keputusan yang diambil benar- benar sudah melalui pemikiran yang matang.
Buy Now Pay Later menawarkan berbagai manfaat yang membuatnya begitu diminati, karena kemudahan dan aksesibilitasnya, di antaranya adalah :
- Tanpa Uang Muka Konsumen dapat langsung membawa pulang barang impian mereka tanpa harus membayar uang muka.
- Bunga lebih rendah dibanding kartu kredit beberapa layanan Buy Now Pay Later menawarkan cicilan 0% dalam periode tertentu, sehingga lebih menarik dibandingkan kartu kredit yang memiliki bunga lebih tinggi.
- Proses Cepat dan mudah tidak seperti pengajuan kartu kredit yang memerlukan banyak dokumen dan proses verifikasi ketat, Buy Now Pay Later biasanya hanya membutuhkan verifikasi singkat melalui KTP dan akun e-commerce.
- Meningkatkan daya beli konsumen dengan skema cicilan, konsumen dapat membeli barang yang mungkin sulit mereka jangkau jika harus membayar secara tunai.
Namun, ada apa dibalik kemudahan tersebut, karena Buy Now Pay Later juga memiliki sisi gelap yang bisa menjebak penggunanya ke dalam masalah finansial yang serius.
Berikut beberapa risiko utama Buy Now Pay Later :
Related News
Membentuk Bank UMKM? Inilah Faktor yang Patut Dipertimbangkan!
TLKM Boncos di GOTO, Kini Danantara Masuk: Negara Tak Ambil Pelajaran?
Anatomi dan Skenario Pelemahan Rupiah
Pro-Kontra Pajak Mobil Listrik: Netralitas vs Agenda Dekarbonisasi
Hati-hati! Mengapa Kita Tidak Boleh Terlena Pertumbuhan PDB 5,61%?
Saham Bank Terus Turun: NPL sebagai Alasan atau Sekadar Kambing Hitam?





