Gelar RUPSLB 14 Oktober, Ini Agenda Emiten Keluarga Gelael (FAST)
:
0
Ilustrasi salah satu jaringan restoran cepat saji KFC. Dok. InvestorDaily.
EmitenNews.com - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Salah satu agendanya, emiten pengelola jaringan KFC di Indonesia itu, meminta persetujuan pemegang saham atas perubahan susunan Direksi perseroan.
Sesuai pemanggilan RUPSLB seperti dikutip Rabu (24/9/2026), rapat yang digelar secara hybrid melalui fasilitas eASY.KSEI dan secara fisik di Gedung Gelael Lantai 5, Tebet, Jakarta Selatan itu, akan dimulai pukul 10.00 WIB.
Sejauh ini, emiten keluarga Gelael dan Salim Group itu, belum merinci nama maupun posisi Direksi yang akan mengalami perubahan.
Yang jelas, selain perubahan Direksi, pemegang saham juga akan dimintai persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar. Khususnya Pasal 3 mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perseroan.
Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan klasifikasi kegiatan usaha FAST dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025. FAST menegaskan, penyesuaian dan penambahan KBLI tersebut tidak mengubah kegiatan usaha perseroan.
Penting dicatat, pemegang saham yang berhak menghadiri atau diwakili dalam RUPSLB adalah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham yang diterbitkan KSEI pada penutupan perdagangan 21 September 2026 dan memiliki Konfirmasi Tertulis Untuk Rapat (KTUR).
Untuk pemegang saham yang sahamnya dalam penitipan kolektif KSEI dan ingin mengikuti rapat, FAST mengimbau pemberian kuasa melalui e-Proxy menggunakan fasilitas eASY.KSEI.
Seperti diketahui FAST, pengelola restoran cepat saji di Inonesia itu, dikendalikan oleh Keluarga Gelael melalui PT Gelael Pratama dengan kepemilikan 41,18%. Kemudian, Grup Salim melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebesar 37,51%.
FAST Masih Mencatat Rugi Bersih
Memasuki semester I-2026, FAST masih mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,74 miliar. Kerugian tersebut menyusut cukup signifikan dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp138,75 miliar.
Related News
Direktur ini Buang Saham BYAN, Hindari H Isam?
Upayakan Pembukaan Suspensi Saham, Begini Kiat Anugerah Kagum (AKKU)
Tambah Porsi, Tunggal Jaya Investama Kini Kuasai 38,43% Saham IMPC
Emiten Prajogo (CDIA) akan Bagikan Dividen USD10 Juta, Cek Jadwalnya
Naikkan Capex 2026, Medco Energi (MEDC) Pertahankan Produksi Migas
Kondisi Keuangan dan Likuiditas WIKA Masih Lemah, Pefindo Ungkap Ini





