Genjot Ekspor Triliunan, Kemenperin Poles IKM
:
0
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya nasional. (Foto: Kemenperin)
EmitenNews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya nasional. Langkah strategis ini ditempuh melalui pendampingan bisnis berkesinambungan dalam program Creative Business Incubator (CBI) agar wirausaha lokal mampu masuk ke rantai pasok industri skala global.
Sektor industri fesyen dan kriya mencatatkan tren pertumbuhan positif dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025. Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor kriya periode Januari–April 2026 mencapai USD228juta, sedangkan fesyen pakaian jadi menyumbang USD2,78miliar dan tekstil sebesar USD1,04miliar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya strategi bisnis dan diferensiasi produk di tengah persaingan pasar yang ketat. Kemenperin memastikan wirausaha muda sektor ini dibina secara terukur melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di bawah Ditjen IKMA.
"Kami terus memantau dan memastikan agar para wirausaha muda dan IKM sektor fesyen dan kriya bisa lebih berani, produktif, dan naik kelas dengan memiliki strategi bisnis yang tepat, terukur, dan terus dievaluasi," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan bahwa CBI melibatkan akademisi serta praktisi kompeten. Program ini terbukti berhasil melahirkan wirausaha tangguh sejak 2018, seperti Rappo alumni CBI 2024 asal Makassar yang sukses bermitra dengan Garuda Indonesia dan Borobudur Marathon melalui olahan limbah plastik.
Pada program CBI 2026, sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti kelas daring selama 14 hari, dilanjutkan tahap kurasi hingga tersaring delapan peserta untuk bimbingan intensif tatap muka di Bali. Lulusan CBI disiapkan menjadi mitra binaan Kemenperin yang memperoleh akses pembiayaan, pameran internasional, hingga business pitching dengan angel investor.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya menambahkan pihaknya rutin menggelar workshop *Creative Talk* untuk melatih kemampuan adaptasi dan pemetaan konsumen. Upaya komprehensif ini diharapkan memperluas jangkauan pasar IKM sekaligus memperkuat kontribusi sektor kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.(*)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya nasional. Langkah strategis ini ditempuh melalui pendampingan bisnis berkesinambungan dalam program Creative Business Incubator (CBI) agar wirausaha lokal mampu masuk ke rantai pasok industri skala global.
Sektor industri fesyen dan kriya mencatatkan tren pertumbuhan positif dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025. Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor kriya periode Januari–April 2026 mencapai USD228juta, sedangkan fesyen pakaian jadi menyumbang USD2,78miliar dan tekstil sebesar USD1,04miliar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya strategi bisnis dan diferensiasi produk di tengah persaingan pasar yang ketat. Kemenperin memastikan wirausaha muda sektor ini dibina secara terukur melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di bawah Ditjen IKMA.
Related News
IHSG Defensif di 6.400, Cek Sepak Terjang Seminggu Terakhir!
Digitalisasi, BTN Garap Ekosistem Keuangan Pemkab Pakpak Bharat
Sompo Indonesia Berkolaborasi dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia
Daftar Top Losers Sepekan, BACH Masuk Nominasi Lagi
Jajaran Top Gainers Sepekan, Yanaprima (YPAS) Posisi Wahid
IHSG Terkoreksi 0,12 Persen Sepekan, LQ45 hingga IDX80 Kompak Merah





