EmitenNews.com - Saham Satria Mega Kencana (SOTS) menyudahi perdagangan, Jumat, 9 Januari 2026, di level Rp2.580 per lembar. Itu mencerminkan minat investor begitu kuat pasca keluar dari papan FCA. Secara kinerja, saham SOTS tercatat telah meroket 748 persen dalam satu tahun terakhir, menjadikannya salah satu saham dengan performa paling agresif di pasar.

Di tengah dinamika pergerakan saham tersebut, SOTS resmi mengubah jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dari sebelumnya 28 Januari 2026 menjadi 31 Maret 2026. Pengumuman itu, disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi pada 5 Januari 2026, dan akan diikuti pemanggilan resmi pada 9 Maret 2026 bagi pemegang saham tercatat pada 6 Maret 2026 pukul 16.00 WIB.

Penyesuaian jadwal RUPSLB tersebut, dinilai memberi ruang bagi manajemen untuk mematangkan agenda strategis, termasuk finalisasi struktur right issue dipatok dapat menghimpun dana hingga Rp137,5 miliar. Dana hasil right issue tersebut diharap dapat memperkuat struktur permodalan, dan mendukung pengembangan bisnis ke depan.

Penundaan RUPSLB juga terjadi di tengah sorotan pasar terhadap rencana aksi korporasi tersebut. Kinerja saham melonjak tajam satu tahun terakhir turut meningkatkan ekspektasi investor terhadap arah strategis perseroan usai right issue. Secara historis, penundaan RUPS umumnya berdampak pada harga saham, namun jika melihat pergerakan harga saham SOTS sampai hari ini, pasar masih optimistis terhadap kinerja.

Itu dan didukung adanya spekulasi yang menyebutkan akan ada aksi korporasi jumbo ke depan. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau konfirmasi resmi dari manajemen soal rumor tersebut. Dengan penjadwalan RUPSLB pada akhir Maret 2026, investor kini menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai agenda resmi rapat, khususnya keputusan strategis sehubungan dengan right issue, di tengah volatilitas, dan ekspektasi tinggi terhadap saham SOTS telah mencatat lonjakan signifikan satu tahun terakhir. (*)