Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
:
0
Pengunjung memerhatikan daftar saham di layar monitor BEI. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Di tengah pelemahan IHSG pada perdagangan terakhir, fenomena saham gocap atau saham dengan harga penutupan Rp50 cukup mencuri perhatian. Meski harganya mentok bawah, nilai kapitalisasi pasarnya alias market cap justru masuk kategori jumbo.
Berdasarkan data Kiwoom Sekuritas Indonesia pada perdagangan 25 September 2026, tercatat 20 saham dengan harga Rp50 yang memiliki market cap terbesar, dipimpin oleh raksasa teknologi.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi raja saham gocap dengan market cap terbesar mencapai Rp57,02 triliun, meski harganya di Rp50.
Posisi kedua ditempati PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) dengan market cap Rp9,29 triliun, disusul PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) sebesar Rp5,36 triliun.
Berikut daftar lengkap 20 saham gocap dengan market cap terbesar per 25/9/2026:
1. GOTO - GoTo Gojek Tokopedia Tbk. - Rp57,028 T
2. BBKP - Bank KB Indonesia Tbk. - Rp9,290 T
3. KPIG - MNC Tourism Indonesia Tbk. - Rp5,365 T
4. LPKR - Lippo Karawaci Tbk. - Rp3,544 T
5. CPRO - Central Proteina Prima Tbk. - Rp2,978 T
6. BABP - Bank MNC Internasional Tbk. - Rp2,200 T
7. BCAP - MNC Kapital Indonesia Tbk. - Rp2,130 T
8. NETV - MDTV Media Technologies Tbk. - Rp2,068 T
9. PNBS - Bank Panin Dubai Syariah Tbk. - Rp1,921 T
10. BKSW - Bank QNB Indonesia Tbk. - Rp1,740 T
11. BSBK - Wulandari Bangun Laksana Tbk. - Rp1,254 T
12. MDLN - Modernland Realty Tbk. - Rp626 M
13. HOKI - Buyung Poetra Sembada Tbk. - Rp483 M
14. MAXI - Maxindo Karya Anugerah Tbk. - Rp480 M
15. WEGE - Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. - Rp478 M
16. DADA - Diamond Citra Propertindo Tbk. - Rp371 M
17. REAL - Repower Asia Indonesia Tbk. - Rp331 M
18. ATLA - Atlantis Subsea Indonesia Tbk. - Rp309 M
19. ASHA - Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk - Rp250 M
20. EPAC - Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. - Rp165 M
Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai pemberlakuan harga minimum saham menjadi Rp1 di antaranya memiliki dampak positif dalam meningkatkan likuiditas pasar.
Selain itu, kebijakan itu juga diperkirakan dapat mengoptimalkan mekanisme pembentukan harga yang wajar (price discovery), serta membuka jalan keluar bagi investor yang modalnya sempat terjebak menahun di saham yang ARB pada level Rp50 dalam waktu lama.
“Di lain pihak, kebijakan ini juga membawa dampak negatif berupa risiko kerugian modal (capital loss) yang besar, tingginya volatilitas spekulatif pada saham di bawah harga Rp50/saham, serta potensi jebakan ilusi harga murah bagi investor ritel pemula,” ujarnya, Selasa (22/9).
Sementara itu, Senior Technical Analyst, M Nafan Aji Gusta menilai penerapan harga minimum saham Rp1 senin ini, dampaknya cenderung terlihat ke pasar modal secara keseluruhan, bukan sebagai katalis langsung bagi IHSG.
Related News
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut
HUT Ke-37, Bank Raya Hadirkan Pengalaman Raya Active melalui Jalan Seh
Komdigi Genjot 5G Tiga Tahun ke Depan, Emiten Telko Ketiban Berkah
Investor Cermati Aturan Baru BEI, IHSG Bisa Rebound?





