EmitenNews.com - Sarana Meditama (SAME) terus menambah timbunan saham JEC Eye Hospitals and Clinics (JECX). Itu dilakukan dengan menjala 1,17 juta lembar. Transaksi pembelian tersebut telah ditahbiskan pada 18 September 2026.

Pembelian terjadi dengan harga pelaksanaan Rp1.370 per helai. Menyusul skema harga itu, emiten dunia medis Grup Emtek tersebut dipaksa merogoh dana sekitar Rp1,6 miliar. Sebagai ganjarannya, SAME mengemas saham JECX makin tebal.

Tepatnya, menjadi 1,07 miliar eksemplar alias setara dengan porsi 33 persen. Menanjak 0,03 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 1,07 miliar helai. Timbunan saham JECX sebelum transaksi itu, selevel dengan 32,97 persen.

Di sisi lain, saham JECX terus menunjukkan performa meyakinkan. Sepanjang perdagangan kumarin, saham JECX melambung 3,57 persen setara 50 poin menjadi Rp1.450. Dalam tempo 5 hari terakhir, saham JECX melesat 11,54 persen atau 150 poin dari edisi 15 September 2026 di level Rp1.300.

Di sisi lain, kala saham JECX menjadi objek burusan Grup Emtek, Direktur Keuangan JECX Budi Djatmiko Musaffa mengundurkan diri. Surat pengunduran diri tersebut diterima perseroan pada Jumat (18/9/2026). Pengunduran diri Budi itu, diharap berlaku efektif paling lambat pada 1 Januari 2027.

Nah, selama masa transisi dari November-Desember 2026, Budi tetap memberi dukungan penuh dalam proses serah terima tugas tanpa mengambil keputusan strategis yang berdampak pada Perseroan. Artinya, Budi masih menjabat sebagai direktur keuangan, tetap memiliki tugas, dan tanggung jawab sebagai anggota direksi sampai dengan tanggal efektif berakhirnya jabatan.

Keputusan final akan ditetakan melalui keputusan rapat umum pemegang saham yang akan digelar sesuai dengan ketentuan berlaku. ”Perseroan memastikan kesinambungan fungsi keuangan, pelaporan keuangan, pengendalian internal, dan kewajiban sebagai perusahaan terbuka,” tegas Corporate Secretary JECX, Muharyanto. (*)