Grup Sinarmas (SMAR) Mau Buka Lini Bisnis Baru
:
0
Sejumlah produk dari SMAR
EmitenNews.com - Emiten produk konsumen berbasis kelapa sawit grup Sinarmas, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) berencana melakukan penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu Pengadaan Gas Bio - KBLI 35203 atau produksi dan penjualan produk biogas.
Corporate Secretary SMAR, Jimmy Pramono, menuturkan, penambahan kegiatan Usaha ini merupakan bagian integral dari salah satu perwujudan strategi bisnis SMAR yang berfokus pada penciptaan nilai tambah secara berkelanjutan dari kegiatan operasional SMAR sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan emisi karbon serta mendukung reputasi keberlanjutan Perseroan.
"Hal ini sebagai wujud komitmen Perseroan dalam rangka mencapai target menuju Net Zero Emissions pada tahun 2050, serta turut mendukung target Net Zero Emissions Indonesia pada tahun 2060. Selain itu, Penambahan Kegiatan Usaha ini juga merupakan bagian dari persiapan Perseroan dalam rangka menghadapi potensi penerapan kebijakan pajak karbon di sektor agribisnis di masa mendatang,"katanya dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Jumat (9/5).
Selain risiko perubahan iklim, Perseroan juga melihat potensi nilai ekonomis dari Bio-CNG, mengingat produk ini dapat dijual secara komersial. Selanjutnya, secara jangka Panjang inisiatif pengurangan karbon juga diharapkan dapat memberikan potensi pendapatan tambahan melalui mekanisme perdagangan karbon dan penjualan kredit karbon, baik di pasar domestik maupun internasional, seiring dengan perkembangan kerangka regulasi dan pasar karbon yang semakin terbentuk.
Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha ini akan memberikan dampak keuangan yang positif bagi Perseroan. Tambahan pendapatan yang dihasilkan pada tahun pertama proyeksi setelah fasilitas beroperasi mencapai lebih dari Rp 19,6 miliar dengan tambahan laba bersih sekitar Rp 2,4 miliar.
Pendapatan dan laba bersih ini diestimasikan akan mengalami pertumbuhan ratarata masing-masing sekitar 2% dan 8% per tahunnya sampai dengan 2035. Berdasarkan analisis studi kelayakan yang dilakukan, Penambahan Kegiatan Usaha diestimasikan akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pendapatan dan laba bersih Perseroan di masa yang akan datang.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





