EmitenNews.com - Indofarma (INAF) berdamai dengan para pemohon penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Berdasar perjanjian, perseroan membayar sisa kewajiban utang kepada para penggugat. Pembayaran besaran sisa utang itu sesuai mekanisme yang disepakati.
Dengan begitu, proses sidang pengajuan PKPU dengan register 172/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Jkt.Pst telah selesai. Itu berdasar ketetapan majelis hakim pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai berikut. Mengabulkan pencabutan perkara oleh kuasa para pemohon PKPU. Menyatakan sah pencabutan perkara PKPU yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan register Nomor 172/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Lalu, memerintahkan Panitera Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mencatat pencabutan perkara permohonan PKPU Nomor 172/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Jkt.Pst tersebut. Membebankan biaya perkara kepada para pemohon PKPU sebesar Rp2,39 juta.
Dengan demikian perkara PKPU yang diajukan PT Solarindo Energi Internasional, dan PT Trimitra Wisesa Abadi kepada perseroan, telah selesai. Nilai kewajiban perseroan yang diajukan para pemohon PKPU masing-masing PT Solarindo Energi Internasional Rp17,14 miliat, dam PT Trimitra Wisesa Abadi Rp19,83 miliar.
”Nilai masing-masing permohonan tersebut tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan perseroan. Gugatan itu, juga tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan going concern perseroan,” tegas Agus Heru Darjono, Direktur Utama Indofarma.
Sayangnya, perseroan telah menginformasikan perkembangan PKPU tersebut kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu dengan pertimbangan belum menyampaikan Keterbukaan Informasi atas permohonan PKPU, dan keputusan hasil sidang PKPU mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan surat nomor S-173/PM.22/2023 tanggal 16 Januari 2023. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG