EmitenNews.com - Penjualan kendaraan listrik bertenaga baterai di kawasan Eropa melonjak sebesar 52,2 persen pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh rekor kenaikan harga bensin dan solar yang mendorong konsumen beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Otomotif Eropa (ACEA) yang dirilis Kamis (24/9/2026), tren pertumbuhan ini mencakup wilayah Uni Eropa, Inggris, Swiss, dan Norwegia. Laporan OilPrice.com mencatat penjualan kendaraan listrik baterai di Jerman melonjak 75 persen bulan lalu seiring lonjakan harga bensin hingga rekor 2,31 euro per liter atau setara USD10 per galon. Penjualan di Prancis bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat.

"Pendaftaran mobil baru di Uni Eropa meningkat sebesar 5,3% sepanjang tahun ini, di tengah kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut," tulis pernyataan resmi ACEA. ACEA menambahkan bahwa permintaan kendaraan listrik tetap kuat didorong oleh dukungan pasar serta ketersediaan varian model yang lebih luas.

Pangsa pasar mobil listrik baterai di Uni Eropa kini mencapai 21,7 persen, naik dari posisi 15,8 persen pada tahun sebelumnya. Mobil hibrida memegang porsi terbesar sebesar 36,6 persen, sementara pangsa pasar gabungan mobil bensin dan diesel merosot dari 37,5 persen menjadi 29 persen.

Peningkatan adopsi kendaraan listrik global turut dipicu oleh gangguan pasokan minyak di Timur Tengah serta krisis Selat Hormuz. Analis Wood Mackenzie memperkirakan tren ini dapat mendorong pangsa kendaraan listrik dalam armada penumpang melebihi ekspektasi awal, meski masih menghadapi tantangan kebutuhan investasi pasokan mineral baterai dan jaringan pengisian daya.

Bagi Indonesia, lonjakan tren kendaraan listrik di Eropa memberikan dorongan positif bagi industri pengolahan nikel dan bahan baku baterai dalam negeri. Sebagai salah satu pemasok utama rantai pasok baterai global, peningkatan permintaan kendaraan listrik dunia berpotensi memperkuat nilai ekspor mineral dan investasi hilirisasi otomotif nasional.(*)