Harga Minyak Naik, PEFINDO Naikkan Prospek Chandra Asri (TPIA)
:
0
Lembaga pmeringkat efek Indonesia, PEFINDO, merevisi prospek peringkat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) beserta obligasi beredarnya dari stabil menjadi positif. (Foto: Chandra Asri)
EmitenNews.com - Lembaga pmeringkat efek Indonesia, PEFINDO, merevisi prospek peringkat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) beserta obligasi beredarnya dari stabil menjadi positif. Penyesuaian prospek ini didorong oleh penguatan kinerja bisnis kilang minyak perusahaan di tengah tingginya harga minyak mentah global.
Peringkat korporasi emiten petrokimia tersebut tetap dipertahankan pada level idAA- oleh lembaga pemeringkat efek nasional tersebut.
Berdasarkan laporan resmi PEFINDO, yang dirilis Senin (7/9) tingginya harga minyak mentah pada semester pertama 2026 berdampak positif secara langsung terhadap lini bisnis kilang minyak. Lini usaha ini menjadi pendorong utama peningkatan pendapatan dan margin keuntungan TPIA di Indonesia.
PEFINDO menilai pendapatan serta EBITDA TPIA akan lebih stabil dalam jangka pendek. Kinerja ini didukung oleh integrasi bisnis kilang minyak, solusi mobilitas, dan sektor infrastruktur yang pada akhirnya memperkuat profil bisnis dan keuangan perusahaan.
Peringkat idAA- mencerminkan posisi dominan TPIA dalam industri energi, kimia, dan infrastruktur domestik. Kekuatan ini didukung oleh sinergi mitra strategis, kegiatan usaha terintegrasi vertikal, serta fleksibilitas keuangan yang kuat. Namun, peringkat masih dibatasi oleh struktur permodalan moderat dan sensitivitas pada siklus industri kimia.
Peluang kenaikan peringkat dapat terealisasi jika TPIA mampu menjaga profil keuangannya saat harga minyak mentah kembali ke level normal. Stabilitas ini diharapkan ditopang oleh diversifikasi bisnis, termasuk konsolidasi jaringan SPBU ESSO sejak 1 Januari 2026, rencana transaksi Cycle & Carriage (C&C), serta proyek Chlor-Alkali and Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Sebagai pemain utama industri hilir energi Indonesia dan Singapura, TPIA juga memegang 60% saham di PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Per 30 Juni 2026, kepemilikan saham TPIA dikuasai oleh PT Barito Pacific Tbk (34,63%), SCG Chemicals (15,71%), PT Top Investment Indonesia (15,00%), Prajogo Pangestu (5,03%), Marigold Resources (3,92%), Erwin Ciputra (0,17%), dan masyarakat umum (25,54%).(*)
Related News
Tambah Porsi, Terang Anugrah Kini Kuasai 71,16 Persen Saham HRTA
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp45,5 Triliun, Melonjak 20,7 Persen
Kini Debitur KPR Bank INA (BINA) Bisa dapat Perlindungan AJK JAGADIRI
INDF dan ICBP Akan Gelar Buyback, Totalnya Rp1,5 Triliun
MD Entertainment (FILM) Masuk Daftar HSC Lagi, Total jadi 82 Emiten
Kurangi Porsi, Sang Komut Kini Kuasai 75 Persen Saham Suparma (SPMA)





