Harganya Melejit, Saham GRPM Kabarnya Mau Diakuisisi Grup Rimau
Potret Manajemen GRPM dalam suatu Rapat Umum Pemegang Saham. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Saham PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) menjadi sorotan pasar setelah muncul rencana pengambilalihan lebih dari 80 persen saham perseroan oleh entitas yang terafiliasi dengan Grup Rimau.
Direktur Utama GRPM, Agus Susanto, dalam keterbukaan informasi yang terbit Jumat (13/2/2026), menyebut telah ditandatangani term sheet (non-binding agreement) antara pemegang saham GRPM, yakni PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. dan Agus Susanto, dengan PT Tunas Binatama Lestari.
PT Tunas Binatama Lestari diketahui bergerak di bidang perdagangan dan pertambangan batubara serta merupakan bagian dari kelompok usaha Rimau Group.
Adapun, rencana pencaplokan tersebut mencakup sebanyak 1.236.000.000 lembar saham atau kurang lebih 80 persen dari total saham beredar, dengan rincian 1.091.851.700 lembar saham (70,67 persen) dan 144.148.300 lembar saham (9,33 persen).
Agus mempertegas bahwa perjanjian tersebut masih bersifat tidak mengikat dan berada dalam tahap negosiasi lanjutan.
“Perjanjian tersebut bersifat tidak mengikat (non-binding) dan masih dalam tahap negosiasi lebih lanjut,” ujarnya dalam keterbukaan informasi.
Ia menambahkan, realisasi transaksi masih bergantung pada hasil uji tuntas (due diligence), pemenuhan persyaratan internal para pihak, penandatanganan perjanjian definitif, serta persetujuan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Agus juga menyampaikan bahwa informasi atau fakta material tersebut saat ini belum memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Pada perdagangan Jumat (13/2/2026) GRPM bertengger di level Rp466. Dalam sepekan terakhir, saham ini menguat 39,52 persen, dalam sebulan melesat 244,78 persen, dan dalam triwulan terakhir melonjak 670,49 persen dari Rp61 menjadi Rp466.
Related News
Pendapatan Melejit, EXCL 2025 Boncos Rp4,42 Triliun
Geber Ekspansi, RSCH Lirik Kawasan Industri Batang
Berkat Duet TW-Aguan, Saham INPC dan JIHD Menjadi Buruan Investor
Harga Bawah, Pengendali Borong 6,7 Miliar Saham BUKA
LNG Mini Beroperasi, Ini Ekspektasi KIJA
Perkuat Jaringan Pasar, SPRE Gandeng RedDoorz





