Hari Pertama September 2026, Begini Proyeksi IHSG
:
0
Potret monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews/Wafi
EmitenNews.com - Menutup Agustus 2026, IHSG berhasil ditutup ke zona hijau dengan menguat 0,11 persen di posisi 6.525 pada perdagangan Senin (31/8). Di saat yang sama, volumen pembelian pun mulai terlihat selama perdagangan.
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, IHSG akan memulai pergerakan di awal September dengan dua skenario. Pertama, dari best case posisi IHSG saat ini tengah berada di awal wave v dari wave (c), sehingga masih berpeluang menguat ke rentang area 6.599-6.666.
Kedua, dari sisi worst case posisi IHSG saat ini tengah berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), sehingga perlu mencermati area koreksi terdekat di rentang 6.289-6.352.
“Adapun support berada di 6.373 dan 6.272 serta resistance di 6.599 dan 6.705,” ujar Herditya.
Dalam risetnya, MNC Sekuritas juga memberikan analisis atas sejumlah saham yang dapat dicermati untuk mengawali bulan September 2026.
Di antaranya, BBNI (buy on weakness), yang mana sebelumnya BBNI menguat 2,12 persen ke 3.860 dan masih didominasi volume pembelian. Sehingga diperkirakan BBNI saat ini tengah berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii].
Buy on Weakness: 3,750-3,810
Target Price: 3,940, 4,020
Stoploss: below 3,660
Kemudian terdapat HRUM (trading buy), yang mana sebelumnya HRUM menguat 0,54 persen ke 925 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi HRUM saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (iii).
Related News
Anomali, 10 Saham Menguat Kala IHSG Jebol 11,57 Persen
IHSG Terjun Bebas 11,57% Dekati 5.100 Usai Pengumuman MSCI
Konsultasi MSCI Dimulai, Rekam Jejak Hanya Peru & Nigeria yang Selamat
Istirahat Siang, IHSG Tengkurap -10,76% ke 5.233, Sentuh All-Time Low!
IHSG Ambruk 10 Persen Jelang Ulang Tahun Prabowo
3 Negara yang Dilempar MSCI dari Emerging Market ke Standalone Market





