EmitenNews.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik buka suara soal penerapan mekanisme short selling yang mulai berlaku hari ini, Kamis (1/10/2026).

Jeffrey menyebut, dari lima saham yang masuk daftar eligible short selling yakni, PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), baru satu saham yang tercatat aktif ditransaksikan short selling hingga siang ini.

"Dari pantauan kami, dari 5 saham yang masuk dalam daftar short selling itu, tadi hanya ada 1 saham yang dilakukan short selling. Nanti kami akan sampaikan berikutnya. Karena perdagangan sedang berjalan, tentu belum bisa kami sampaikan," ujar Jeffrey saat wawancara di Gedung BEI, Rabu (1/10/2026).

Meski baru hari pertama, BEI menilai implementasi berjalan lancar dan tidak menekan harga pasar.

"Apa yang kita harapkan bahwa itu memang bisa digunakan oleh investor sebagai bagian dari strategi investasi, itu bisa dilakukan dan tidak menekan harga. Karena ada mekanisme manajemen risiko yang memang kita terapkan," ungkap Jeffrey.

Dia menambahkan, saham-saham yang masuk daftar tersebut tidak mengalami penurunan tajam. Beberapa bahkan sempat menguat di pembukaan.

"Kalau kita perhatikan dari saham-saham yang masuk dalam daftar short selling itu, tidak terjadi penurunan harga yang tajam. Bahkan beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar," jelasnya.

Dari sisi partisipasi, tercatat sudah ada sekitar 50 investor yang membuka rekening short selling.

"Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang sudah membuka rekening short selling," ungkap Jeffrey.

4 dari 5 Kinerja Harga Saham Short Sell Tertekan Ringan