Hati-hati! BEI Pantau 5 Saham Terbang, Masih Ada yang ARA
Ilustrasi volatilitas indeks harga saham.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya Unusual Market Activity (UMA) pada perdagangan Kamis (25/9/2025) terhadap lima saham, yakni PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS), PT Manggung Polahraya Tbk. (MANG), PT Grahaprima Suksemandiri Tbk. (GTRA), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE), dan PT Esta Indonesia Tbk. (NEST).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan pasar modal. “Investor diimbau untuk selalu mencermati keterbukaan informasi, memperhatikan fundamental, serta mempertimbangkan risiko sebelum melakukan transaksi,” tegasnya.
Sebelum pengumuman UMA, kelima saham tersebut terpantau mencatat kenaikan signifikan. Misalnya, saham OPMS yang dalam sepekan terakhir melesat 40,71% ke level Rp159. Jika ditarik sejak awal tahun, OPMS yang sempat menjadi saham gocap di Rp50, sudah terbang 190% ke Rp146.
Saham NEST juga naik 42,86% dalam sepekan ke Rp90, sekaligus mempertahankan tren reli tiga bulan terakhir hingga melonjak 158,06% dari harga Rp31. Saham GTRA tak kalah agresif, melesat 46,60% sepekan ke Rp280, sekaligus naik 141,38% dalam tiga bulan terakhir dari Rp116.
Sementara itu, saham RISE tercatat melonjak 111,37% dalam sebulan ke Rp2.230.
Namun, pasca-pengumuman UMA, pergerakan langsung berbalik arah bagi sebagian saham tersebut. Pada perdagangan Rabu (25/9), saham MANG anjlok 10% ke level ARB Rp72. OPMS juga melemah 11,32% ke Rp141, dan NEST terkoreksi tipis 0,76% ke Rp260.
Sebaliknya, dua saham masih melanjutkan reli, yakni GTRA yang melesat 20,71% ke Rp338, dan RISE yang menembus batas ARA dengan kenaikan 24,66% ke Rp2.780.
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





