EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan bergerak terbatas. Gerka Indeks itu, cenderung melemah mengikuti bursa regional. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.860, dan resisten 6.960,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Rabu (28/12).
Secara teknikal, Indeks berhasil breakout dari MA20 diikuti indicator stochastic, dan MACD berhasil membentuk golden cross. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain PTRO, ISAT, AMRT, FILM, EXCL, MDKA, dan INTP.
Mengakhiri perdagangan kemarin, indeks surplus 1,28 persen menjadi 6.923. Beberapa sektor mengalami penguatan di antaranya energi 2,73 persen, teknologi 2,16 persen, dan non-cyclicals 0,77 persen. Investor asing masih membukukan net sell pasar reguler Rp124,49 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing yaitu BBRI, ADRO, dan BYAN.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup mix. Di mana, Dow Jones ditutup menguat 0,11 persen, sedang S&P 500 minus 0,14 persen, dan Nasdaq tekor 1,38 persen. Pelemahan didorong lonjakan US Treasury yields menekan beban perusahaan teknologi.
Pagi ini, bursa Asia diperdagangkan di zona merah. Indeks Nikkei 225 melemah 0,71 persen, dan Indeks Kospi terkoreksi 1,86 persen. Pagi ini, Korea merilis data business confidence mengalami penurunan dari bulan sebelumnya menjadi 71 poin. Sedang Jepang industrial production mengalami koreksi dibanding bulan sebelumnya 3,8 persen Yoy menjadi minus 1,3 persen Yoy pada November. (*)
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





