EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ketiga Oktober, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.127,318 atau naik 33,559 poin (+0,55%). IHSG dibuka di posisi 6.109,319 dan sempat menyentuh level tertinggi di 6.128,099 dengan level terendah di 6.109,319.

Tercatat volume transaksi pagi ini mencapai 993,96 juta saham dengan nilai turnover Rp222,11 miliar dan frekuensi 47.313 kali. Sebanyak 296 saham menguat, 131 melemah, dan 262 stagnan. Kapitalisasi pasar berada di level Rp10.777,092 triliun.

Penguatan pagi ini melanjutkan tren positif pekan lalu. Selama 5–9 Oktober 2026, IHSG menguat 0,94% atau 56,87 poin ke level 6.093,76 dari 6.036,89, dengan rentang gerak 5.995–6.216. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,69% menjadi Rp10.701 triliun.

Namun investor asing masih mencatatkan net foreign sell Rp2,44 triliun, dengan saham paling banyak dijual GOTO (Rp663,2 miliar), BBCA (Rp293,5 miliar), dan BMRI (Rp235,6 miliar).

Dari sisi sentimen, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menjelaskan pergerakan pekan lalu diwarnai volatilitas saham teknologi global, tingginya yield US Treasury 10Y, dan risiko geopolitik.

"Sentimen membaik pada Jumat (9/10), ketika Dow Jones naik 0,83%, S&P 500 menguat 0,59%, dan Nasdaq naik 0,64%, didukung pemulihan saham teknologi dan meredanya tekanan pasar obligasi," ujarnya.

Harga komoditas juga volatil. WTI sempat turun ke US$88,28/barel pada Rabu (7/10) sebelum naik ke US$91,66/barel pada Jumat (9/10) akibat risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz dan Badai Isaias di Teluk Meksiko. Emas menguat 1,47% ke US$4.193,9/troy ounce, sementara batu bara Newcastle terkoreksi ke US$148,85/ton.

Dari domestik, perhatian tertuju pada proyeksi pelebaran Current Account Deficit menjadi 1,5% PDB pada 2026 akibat impor energi, serta melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini dari 109,4 menjadi 107,5 meski Indeks Keyakinan Konsumen September masih optimistis di 118,1. Penyangga datang dari cadangan devisa US$146,3 miliar dan defisit APBN hingga September 1,24% PDB dengan surplus primer.

Secara teknikal, IHSG pada Jumat lalu ditutup di atas MA3 dan level psikologis 6.000, namun belum menembus MA20 mingguan. Histogram negatif MACD yang menyempit menandakan tekanan jual mulai mereda.