IHSG Diprediksi Menguat, Ini Rekomendasi Untuk Saham MBMA, BRPT, MNCN dan SCMA
:
0
EmitenNews.com -Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada hari ini diperkirakan bergerak menguat terbatas dengan menguji level Resistance terdekatnya pada 6.924 dan Classic Resistancenya di level 6.960. Adapun saham-saham yang dapat dicermati pada hari ini sebagai Swing Trade, yaitu MBMA (Spec Buy) dan BRPT, sedangkan untuk Fast Trade ada MNCN dan SCMA.
"IHSG diprediksi menguat pada hari ini (9/10/2023) karena beberapa sentimen global dan regional yang terjadi, diantaranya yaitu, mulai dari bursa global yang menunjukkan penguatan pada indeks majornya, seperti DJI menguat +0,87%, kemudian Nasdaq ditutup menguat sebesar +1,60%, serta S&P500 juga naik sebesar +1,18%," kata Hendra Wardana Analis Stocknow.id kepada EmitenNews.com
Jika ditinjau dari Bowman Speech, Gubernur Fed Michelle Bowman mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk menekan inflasi AS, meskipun data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang solid. Ia mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan revisi data mempersulit proyeksi ekonomi. Dari dukungan tersebut, diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi investor untuk dapat melakukan planning lebih awal terhadap kebijakan terbaru nanti pada november mendatang, serta menjadi sentimen baik bagi inflasi AS yang diharapkan turun.
Dari sisi Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde optimis dapat menekan inflasi ke 2% dengan suku bunga tinggi, reformasi ekonomi, dan cadangan gas yang memadai. Ia mengatakan inflasi sudah turun, dan cadangan gas Eropa sudah terisi lebih dari 90% untuk menghadapi musim dingin.
Selanjutnya datang dari domestik, Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 134,9 miliar pada akhir September 2023 karena pembayaran utang dan stabilisasi rupiah. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG pada minggu yang akan datang karena investor akan pesimis terhadap stabilisasi mata uang Indonesia. Meskipun demikian, BI menjamin cadangan devisa cukup untuk menopang impor dan utang luar negeri serta stabilitas ekonomi.
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





