EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 7.174,32 pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Penguatan indeks didorong oleh kenaikan sejumlah saham big caps, seperti PANI, BBRI, hingga BBCA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 1,15 persen atau 81,85 poin ke level 7.174,32. Indeks komposit dibuka pada posisi 7.160,78 dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.207,07.

Sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 361 saham menguat, 295 saham melemah, dan 160 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.808 triliun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG berhasil membentuk pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan tren bullish consolidation masih berlanjut.

Meski demikian, Nafan mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai potensi koreksi wajar setelah penguatan signifikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Mengingat IHSG baru saja mencatatkan kenaikan signifikan, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi wajar. Saham perbankan big caps terutama BBRI, BBCA, dan BMRI yang menjadi motor penggerak IHSG kemungkinan akan mengalami konsolidasi,” ujarnya dalam riset, Jumat (8/5/2026).

Nafan memperkirakan perdagangan hari ini, area support IHSG akan bergerak di area support kisaran 7.119 dan 7.014, sementara area resistance akan berada di kisaran 7.244 dan 7.346.

Sementara itu, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyebut penguatan IHSG turut ditopang oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Secara teknikal, IHSG disebut telah berhasil ditutup di atas MA5 yang diikuti penyempitan area negatif pada histogram MACD serta stochastic RSI yang bergerak naik dari area oversold.

“Dengan kombinasi sinyal tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 7.125 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam publikasi riset harian.