EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound tipis pada pembukaan perdagangan Jumat pagi (9/10/2026), setelah sempat anjlok 1,88% pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 14,099 poin atau +0,23% ke level 6.045,383. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.049,216 dan terendah di 6.035,380.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.039,009. Volume perdagangan tercatat 3,280 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) Rp 353,586 miliar dan frekuensi 62.760 kali.

Sebanyak 226 saham menguat, 183 saham melemah, dan 255 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 10.641,965 triliun.

Penguatan tipis ini terjadi setelah IHSG pada penutupan Kamis (8/10) terkoreksi dalam ke level 6.031,284 disertai aksi jual asing Rp 848,28 miliar di pasar reguler.

Sentimen Masih Defensif

Rebound pagi ini dinilai lebih bersifat teknikal setelah IHSG masuk area oversold. Secara teknikal, RSI (14) sudah turun ke 35,5.

“Rebound pagi ini wajar, karena IHSG sudah jenuh jual. Tapi sentimen masih defensif, investor masih wait and see terhadap arah The Fed dan tensi di Selat Hormuz,” kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata dalam risetnya, Jumat (9/10).

Kiwoom mencatat IHSG berpotensi menguji support di 5.979, dengan support berikutnya di 5.898–5.887 jika level tersebut jebol. Sementara resistance di 6.095–6.120.

Dari eksternal, pasar global juga masih tertekan. Wall Street ditutup melemah untuk sesi kedua, Nasdaq anjlok 1,3% akibat kekhawatiran valuasi saham teknologi. Bursa Asia pagi ini juga mayoritas merah, Nikkei -1,42% dan KOSPI -2,62%.