EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan momentum penguatan pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Sempat menembus level psikologis 6.000 di awal sesi, indeks komposit akhirnya ditutup melemah 16,34 poin atau 0,28% ke level 5.886,03.

IHSG dibuka menguat dan sempat menyentuh area di atas 6.000 sebelum tekanan jual kembali mendominasi pasar. Indeks bahkan sempat terperosok hingga level terendah harian di 5.784,50 sebelum memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan.

Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 419 saham ditutup melemah, sementara hanya 256 saham menguat dan 131 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan masih tergolong ramai dengan volume transaksi mencapai 33,64 miliar saham, frekuensi 2,37 juta kali transaksi, serta nilai perdagangan sebesar Rp22,27 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat bertahan di level Rp10.314,5 triliun.

Big Banks Tahan Pelemahan IHSG

Meski indeks berakhir di zona merah, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi penopang utama pasar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,10% ke Rp5.825 dan menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar mencapai Rp3,1 triliun.

Saham perbankan lainnya juga aktif diperdagangkan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat nilai transaksi Rp1,3 triliun, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan transaksi Rp1,3 triliun.

Di jajaran indeks LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi penguat terbesar setelah melonjak 4,41% ke Rp1.895 per saham. Posisi berikutnya ditempati BBCA yang naik 3,10%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 2,84%, serta PT XL Smart Telecom Tbk (EXCL) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turut ditutup di zona hijau.

CUAN dan AMMN Pimpin Koreksi LQ45