EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka ambles pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data RTI Business 08.58 WIB, IHSG berada di level 4.961,875 turun -223,230 poin atau -4,31% pada pukul 09.00 WIB, menjebol level psikologis 5.000.

Berdasarkan data RTI Business, Volume transaksi mencapai 1,177 miliar saham dengan nilai transaksi atau turnover sebesar Rp1,043 triliun dan frekuensi sebanyak 80.236 kali. Sebanyak 80 saham menguat, 542 saham melemah, dan 133 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.835,757 triliun.

Ini melanjutkan kejatuhan pada Jumat (16/10/2026) lalu di mana IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,10 setelah trading halt 30 menit akibat anjlok 8% di pembukaan. cf63

Pemicu utama datang dari ancaman MSCI yang mengumumkan konsultasi pada 15 Oktober 2026 untuk menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market hingga 30 April 2027. Isu transparansi kepemilikan, konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), dan dugaan coordinated trading jadi sorotan.

Capital outflow dari Investor asing mencatatkan net sell Rp3,34 triliun pada Jumat, dengan total net sell sepanjang tahun berjalan mencapai Rp84,85 triliun.