EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (29/9/2026).

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG terkoreksi 27,72 poin atau -0,45% ke level 6.120,137. IHSG sempat dibuka di 6.118,806, dengan rentang 6.116,254 - 6.126,615.

Data pasar menunjukkan tekanan masih dominan. Sebanyak 292 saham turun, berbanding 164 saham naik dan 213 saham stagnan. Volume 1,82 miliar saham, nilai transaksi Rp361,33 miliar, frekuensi 62.672 kali.

Pelemahan pagi ini melanjutkan kejatuhan kemarin. Pada Senin (28/9), IHSG ditutup melemah 1,51% ke 6.147,86 dengan net sell asing Rp259,83 miliar di reguler, sehingga akumulasi net sell YTD mencapai Rp105,09 triliun.

Sentimen & Proyeksi

Menambahkan sentimen, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata dalam KIWOOM Morning Equity – 29 September 2026 menyebut sentimen global cenderung negatif.

"Sentimen pasar cenderung negatif di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak dan yield Treasury AS, yang kembali menekan pasar obligasi," tulis Liza.

Di dalam negeri, tekanan diperberat pelemahan rupiah yang menembus Rp17.950 per dolar AS seiring menguatnya DXY ke 101,1.

Secara teknikal, Liza menilai IHSG breakdown area gap atau support. "Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih dominan dan momentum jangka pendek cenderung bearish setelah IHSG gagal kembali ke atas area resistance dinamis. RSI (14) turun ke 32,92, mendekati area oversold," jelasnya.

Menurutnya, jika IHSG gagal bertahan di atas area 6.112–6.148, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 6.033,38 (FR 61.8%) dan 5.987. Sebaliknya, apabila rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.186, kemudian 6.227-6.241.