EmitenNews.com - IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah tajam pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026). Berdasarkan RTI Business terkoreksi 4,52 persen atau turun 252,628 ke level 5.342,137.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat dibuka di level 5.486,311 dan menyentuh posisi tertinggi di 5.523,942. Namun tekanan jual yang kuat membuat IHSG sempat menyentuh level terendah harian di 5.317,908 sebelum akhirnya ditutup di area 5.342.

Sebanyak 661 saham melemah, sementara 78 saham menguat dan 78 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 32,524 miliar lembar saham, nilai transaksi sebesar Rp21,734 triliun, serta frekuensi perdagangan mencapai 2,21 juta kali transaksi.

Tekanan yang terjadi ke IHSG turut dipengaruhi pelemahan saham-saham big caps, khususnya sektor perbankan yang menjadi salah satu penopang indeks.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, terkoreksi hampir 4,43 persen dan menyentuh level 4.850. Lalu ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun 3,39 persen ke level 3.710.

Dua bank lain turut melemah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ambles 6,23 persen ke level 3.010, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 5,47 persen ke level 2.590.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menyebut sentimen pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi faktor pemberat bagi penguatan IHSG. Nilai tukar rupiah yang sempat terdepresiasi dalam pada kisaran Rp18.187,5 per dolar AS memicu derasnya arus modal keluar oleh investor asing dari berbagai aset berisiko domestik.

“Meskipun demikian, sering muncul aksi short covering dan bargain hunting pada saham-saham big caps yang sudah oversold,” ujarnya.

Adapun untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset memperkirakan indeks akan bergerak di support area kisaran 5.318 dan 5.178, serta berada di resistance area kisaran 5.491 dan 5.733.