EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 1,21 persen menjadi 6.192. Seluruh sektor menguat dengan penguatan terbesar pada sektor transportasi, dan teknologi. Secara teknikal, IHSG ditutup di atas level MA10.

Histogram negatif MACD IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot. Potensi IHSG menguat lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia September 2026.

Cadangan devisa Agustus 2026 senilai USD146,5 miliar meningkat dari USD145,3 miliar periode Juli 2026. Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp240.28 triliun per akhir September 2026, atau setara dengan 71,51 persen dari total target penerimaan Bea Cukai ditetapkan APBN 2026. Penerimaan kepabeanan dan cukai itu naik 8,57 persen YoY.

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027 mendatang. Bank Dunia memprediksi untuk partumbuhan ekonomi Asia Timur, dan Pasifik mencapai 4,5 persen pada 2026. Menurut Bank Dunia, aktivitas ekonomi didukung peningkatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi negara, dan subsidi energi.

Bank Dunia menilai bauran kebijakan telah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek namun juga berkontribusi pada ketidakseimbangan fiskal, dan eksternal lebih besar. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor menjala saham Antam (ANTM), Hartadinata (HRTA), Trimegah Persada (NCKL), Indika (INDY), Elnusa (ELSA), dan Adaro (AADI). (*)