IHSG Lanjut Koreksi, Serok Saham AMMN, CMRY, ADRO, dan MEDC
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah. Itu dipicu tekanan jual di pasar obligasi yang membuat imbal hasil kembali mengalami kenaikan. Tekanan jual itu sendiri terjadi setelah rilis catatan rapat The Fed September 2026 dengan isyarat otoritas moneter tertinggi Amerika Serikat tersebut akan menaikkan suku bunga acuan sebelum tahun ini berakhir.
Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2002 menjadi 5,365 persen, sedang untuk tenor 30 tahun juga bergerak naik ke level tertinggi sejak Mei 2002 menjadi 5,732 persen. Kenaikan imbal hasil obligasi itu, membuat saham perbankan kompak melemah seiring kekhawatiran investor terhadap potensi berkurangnya aktivitas pembiayaan akibat suku bunga tinggi.
Koreksi indeks bursa Wall Street, harga mayoritas komoditas, dan aksi jual masif investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 6.090-6.030, dan resistance 6.200-6.260.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham berikut. Yaitu, Cimory (CMRY), Sarana Menara (TOWR), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Amman Mineral (AMMN), Medco Energi (MEDC), dan Alamtri Resources (ADRO). (*)
Related News
Stop Ekspor Murah, Bahlil Kaji Moratorium Nikel Setengah Jadi
Rentan Volatil, IHSG Pagi Kembali Melaju ke 6.159
Bezos Isyaratkan Blue Origin Ikuti Jejak SpaceX IPO
Pasca Merosot, Level 6.100 Jadi Penentu Arah IHSG Berikutnya
PLN NPC Tuntaskan 4 Proyek Kelistrikan Kereta ECRL Malaysia
Longsoran Cadangan Devisi Tekan IHSG





