IHSG Makin Impresif, Serok Saham BIRD, MYOR, dan PGEO
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menguat 0,08 persen menjadi 8.275. Namun, penguatan indeks disertai dengan kemunculan tekanan jual. So, saat ini, posisi indeks masih berpeluang melanjutkan apresiasi.
Sepanjang perdagangan hari ini, 13 Oktober 2025, indeks akan menjelajahi area support 8.217-8.166, dan posisi resistance 8.260-8.303. Berdasar data dan fakta tersebut, MNC Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah andalan berikut.
Yaitu, Blue Bird (BIRD) buy on weakness Rp1.805-1.835 per saham dengan proyeksi harga Rp1.865-1.895 per helai, dan stop loss Rp1.775 per eksemplar. Mayora Indah (MYOR) speculative buy Rp2.120-2.150 per saham dengan target Rp2.250-2.300 per lembar, dan stop loss Rp2.100 per eksemplar.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) buy on weakness Rp1.430-1.450 per helai dengan proyeksi Rp1.530-1.570 per lembar, dan stop loss Rp1.410. Tjiwi Kimia (TKIM) buy on weakness Rp7.075-7.175 per saham dengan target Rp7.425-7.575 per helai, dan stop loss Rp7.000 per eksemplar. (*)
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





