EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksi pada pembukaan perdagangan Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.01 WIB, IHSG melemah 43,533 poin atau -0,73% ke level 5.892,61. IHSG dibuka di level 5.914,98, sempat menyentuh level tertinggi 5.914,99 dan terendah 5.880,85 di awal sesi.

Statistik perdagangan pagi ini mencatat volume 1,581 miliar saham, turnover Rp382,78 miliar, frekuensi 65.039 kali, dengan 135 saham menguat, 324 melemah, 207 stagnan, dan market cap Rp10.369,30 triliun.

Pada penutupan kemarin (12/10/2026), IHSG anjlok 157,61 poin atau -2,59% ke 5.936,15 dengan total value Rp16,00 triliun, volume 23,68 miliar saham, up 114, down 602, unchanged 202, dan USD/IDR di Rp17.913 (+0,08%). Tekanan jual masih mendominasi pagi ini dengan jumlah saham melemah lebih dari dua kali lipat dibanding yang menguat.

Koreksi kemarin dipicu rumor mengenai potensi denda dan hasil investigasi dugaan pelanggaran pasar modal pada sejumlah emiten, termasuk saham-saham konglomerasi Grup Prajogo Pangestu dan saham berkapitalisasi besar lainnya. Informasi tersebut masih berupa rumor dan belum terkonfirmasi, namun memicu aksi jual luas di hampir seluruh sektor.

Dari global, Kiwoom Sekuritas dalam KIWOOM Morning Equity 13 October 2026 mencatat sentimen cenderung hati-hati di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi dan eskalasi geopolitik.

Kontrak berjangka AS bervariasi menjelang earnings bank besar, minyak Brent naik 2,02% ke US$106,83 per barel dan minyak AS di atas US$93,8 per barel akibat risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz dan konflik Rusia-Ukraina, serta Timur Tengah.

Terkait proyeksi IHSG, Head of Research Analyst Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan IHSG telah menembus level support, sementara RSI (14) kembali turun ke level 33 yang mengindikasikan tekanan jual masih kuat.

"Indeks berpotensi menguji support 5.839, dengan pelemahan lanjutan membuka peluang menuju 5.805–5.774 yang merupakan area gap. Sebaliknya, apabila mampu berbalik menguat, IHSG berpeluang menguji level 5.973–5.995, sebelum menuju 6.098 yang merupakan area EMA10," ujar Liza.

Lebih lanjut Liza menyarankan investor untuk bersikap wait and see atau melakukan buy on weakness secara selektif, sembari menunggu munculnya kembali sinyal beli yang kuat.