EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak ditutup menguat. Itu ditopang rebound saham sektor teknologi setelah sebelumnya mengalami tekanan jual seiring lonjakan imbal hasil obligasi, dan harga minyak mentah. Indeks menyentuh level tertinggi harian setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk memasok solar ke Amerika, dan pasar global.

Beberapa saham sektor teknologi membukukan penguatan cukup signifikan antara lain Palantir Technologies 5,17 persen, Palo Alto Network 5,09 persen, CrowdStrike 4,57 persen, Amazon 3,29 persen, dan Microsoft 2,38 persen. Selain saham sektor teknologi, beberapa emiten sektor kesehatan juga kompak mencatat penguatan.

Yaitu, Merck melejit 2,26 persen, Gilead Sciences menguat 2,77 persen, dan Moderna melambung 14,21 persen. Itu terjadi seiring optimisme investor terhadap usaha pengembangan vaksin untuk kanker. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan ledakan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.045-5.995, dan resistance 6.140-6.190. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham AKR Corporindo (AKRA), Amman (AMMN), Merdeka Gold (EMAS), Merdeka Copper (MDKA), Bumi Resources (BUMI), dan HM Sampoerna (HMSP). (*)