EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan mengalami koreksi dengan kecenderungan bergerak mix. Itu mengingat bursa Asia sudah mengaspal zona merah. Namun, aliran modal investor asing akan menjadi pendorong Indeks.
Para investor masih akan menunggu rilis retail sales akan sedikit tertekan. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.040, dan resisten 7.100,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (9/8).
Secara teknikal, Indeks masih maintain di atas level psikologis 7.000, dan telah break resistance 7.070. Indicator, MACD, dan stochastic masih menunjukkan trend bullish. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain BRPT, TLKM, TOWR, WIKA, BBCA, INDY, INCO, BFIN, SMGR, dan MDKA.
Mengawali pekan, Indeks naik 0,03 persen 7.086. Beberapa sektor pendorong apresiasi Indeks antara lain sektor transportasi dan logistik surplus 1,77 persen, basic materials naik 0,98 persen, dan industry menguat 0,44 persen. Investor asing membukukan net buy Rp1,19 triliun dengan saham paling banyak dibeli TLKM, BBCA, dan BMRI.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones menguat tipis 0,09 persen. Para pelaku pasar akan menunggu sentimen positif mengenai data inflasi. Bursa Asia menyusuri zona merah. Indeks Kospi minus 0,17 persen, dan Nikkei 225 melemah 0,37 persen. (*)
Related News
Beda Respons Asing Antara Saham dan Obligasi Setelah Keputusan The Fed
IHSG Sundul Level 8.709 pada Sesi I, Sektor Kesehatan Jadi Lokomotif
8 Tahun, Dana Haji Kelolaan BPKH Capai Rp179 Triliun
Industri Perkapalan Minta Dukungan Pembiayaan Jangka Panjang
Pelabuhan Tanjung Priok Operasikan Pemindai Peti Kemas Beradioaktif
KISI Panen Cuan di Tengah Rekor IHSG 2025





