EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (3/3/2026). IHSG anjlok 77,07 poin atau 0,96% ke level 7.939,77, mencerminkan tekanan jual yang masih dominan di pasar saham domestik.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 7.932 hingga 8.098. Pelemahan terjadi seiring mayoritas indeks sektoral mengalami koreksi, sehingga mendorong indeks komposit gagal bertahan di atas level psikologis 8.000.

Tekanan terdalam datang dari sektor barang baku yang merosot 3,85%, disusul sektor transportasi dan logistik yang turun 2,10%. Sektor barang konsumen non-primer juga melemah 1,05%, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap prospek permintaan domestik.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan, yakni sektor perindustrian yang naik 0,59% serta sektor energi yang menguat tipis 0,24%. Namun, kenaikan tersebut belum cukup kuat untuk menahan laju koreksi IHSG secara keseluruhan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, Bursa Efek Indonesia mencatat total volume transaksi mencapai 47,17 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,88 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,96 juta kali. Secara statistik, pasar cenderung seimbang namun masih condong melemah, dengan 347 saham turun, 343 saham naik, dan 128 saham stagnan.

Pada jajaran saham penguat, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.250 ke level Rp24.750 per saham. Disusul United Tractors Tbk (UNTR) yang menguat Rp825 ke Rp29.525, serta ARTA yang naik Rp750 ke Rp3.850 per saham.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada saham-saham berharga tinggi. POLU terkoreksi Rp1.900 ke Rp15.500 per saham, DCII turun Rp1.325 ke level Rp213.875, dan GGRM melemah Rp875 ke Rp15.975 per saham.

Adapun saham-saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini antara lain BNBR dengan frekuensi 133.166 kali dan nilai transaksi Rp656 miliar, disusul MEDC dengan nilai transaksi Rp1,02 triliun serta ENRG senilai Rp892 miliar.