EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada sesi I perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG sempat terjun bebas hingga 1,67% sebelum sedikit memangkas pelemahan.

Berdasarkan pantauan RTI Business pada pukul 12.00 WIB, IHSG berada di level 6.313,566 atau minus 71,160 poin (-1,11%). IHSG dibuka di level 6.392,335 dan sempat menyentuh level tertinggi di 6.423,838 serta level terendah di 6.277,685 (-1,67%) saat pukul 11.00 WIB lalu.

Pada sesi I, volume perdagangan tercatat 20,630 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) Rp7,988 triliun dan frekuensi 1.358.244 kali. Sebanyak 147 saham menguat, 513 saham melemah, dan 128 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.060,249 triliun.

Sentimen Penekan IHSG

Adapun pelemahan ini tecermin dari sisi teknikal, MNC Sekuritas Research menyebutkan, "Dari sisi teknikal, area 6.290 sekaligus MA60 sudah tercapai oleh IHSG. Area support berikutnya dapat dicermati 6.279, apabila break maka IHSG akan mengarah ke 6.186-6.201 sekaligus menutup gap-nya."

MNCS Research juga menyoroti pelemahan Rupiah yang saat ini berada di level Rp16.899 per USD. Pasar cenderung menanti hasil RDG BI yang berlangsung 22-23 September 2026 di tengah tightening bank sentral global seperti ECB, The Fed, dan BoJ.

Selain itu, eskalasi geopolitik Rusia-Ukraina, rencana perundingan AS-Iran, serta kunjungan kontingen China ke AS menjadi perhatian pasar. Harga minyak mentah terpantau naik tipis di rentang USD92-101 per barel.

Tekanan jual terjadi di seluruh sektor. Berdasarkan data Stockbit, IDXENERGY menjadi pemberat terdalam dengan minus 2,21% ke 3.161,07, disusul IDXINDUST yang anjlok 1,70% ke 1.661,04, IDXPROPERT turun 1,35% ke 779,64, IDXBASIC turun 1,19% ke 1.743,75, IDXNONCYC turun 1,16% ke 693,38, dan sektor lainnya kompak di zona merah.

Dari sisi top value, saham-saham big cap dan konglomerasi menjadi penekan utama. BUMI turun 3,65% ke Rp185 dengan volume 24,63 juta, BBRI turun 1,82% ke Rp3.240, BMRI turun 0,24% ke Rp4.190, BBCA menjadi salah satu yang bertahan di zona hijau naik 0,40% ke Rp6.250, serta AMMN naik 1,50% ke Rp4.730.

Di sisi lain, saham TRUE anjlok 8,89% ke Rp82, TINS turun 3,67% ke Rp4.720, dan DSSA turun 2,44% ke Rp1.000.