EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I, Kamis (2/4/2026). IHSG terkoreksi 89,912 poin atau 1,25 persen ke level 7.094,526.

Tekanan jual mendominasi pasar dengan total volume transaksi mencapai 14,49 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp6,89 triliun. Sebanyak 433 saham turun, 227 saham naik, dan 151 saham stagnan.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah sentimen global yang kembali memburuk. Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kekhawatiran baru terkait serangan ke Iran, hingga menggoyang optimisme pasar Asia yang sebelumnya sempat menguat sehari lalu.

Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada IDX Infrastructure yang melemah 2,88 persen, diikuti IDX Basic turun 2,87 persen, IDX Industry turun 2,09 persen, dan IDX Technology melemah 1,75 persen.

Sementara itu, IDX Energy turun 1,06 persen, IDX Transportation turun 0,82 persen, IDX Property melemah 0,61 persen, IDX Finance turun 0,42 persen, dan IDX Healthcare terkoreksi 0,17 persen. Di sisi lain, IDX Cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang menguat 1,72 persen, disusul IDX Non-Cyclicals yang naik tipis 0,04 persen.

Sejumlah saham menjadi penopang indeks di tengah tekanan pasar. Pada jajaran top gainers, saham AADI naik 3,06 persen ke Rp10.950, DSSA menguat 1,82 persen ke Rp69.775, dan BBCA naik 0,38 persen ke Rp6.525.

Sebaliknya, tekanan paling dalam dialami saham-saham berbasis komoditas. Saham BREN anjlok 6,82 persen ke Rp5.125, AMMN turun 4,98 persen ke Rp4.870, dan TPIA melemah 2,84 persen ke Rp4.450.

Penurunan harga emas turut menekan saham-saham terkait seperti ARCI, AMMN, BRMS, dan ANTM, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan global dan geopolitik dalam jangka pendek.