IHSG Tancap Gas ke 8.290, Sektor Energi dan Konsumer Pimpin Reli
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (11/2/2026) dengan lonjakan tajam 159,22 poin atau 1,96% ke level 8.290,96, melanjutkan tren penguatan kuat pasar saham domestik. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di level terendah 8.118 dan tertinggi 8.290
Sepanjang sesi, 10 indeks sektoral bergerak di zona hijau dan menjadi penopang utama reli IHSG. Penguatan paling agresif dicatat sektor energi yang melesat 5,95%, disusul sektor barang konsumen siklikal naik 5,34%, serta sektor perindustrian yang menguat 3,92%.
Satu-satunya sektor yang masih tertahan adalah sektor keuangan, yang berakhir di zona merah dengan koreksi 0,49%.
Aktivitas perdagangan berlangsung sangat ramai. Volume transaksi mencapai 62,05 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,80 triliun, dan frekuensi 3,4 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 544 saham menguat, 156 saham melemah, dan 122 saham stagnan.
Di jajaran top gainers, saham DSSA melesat Rp2.525 ke level Rp97.000 per saham, disusul SINI yang naik Rp1.250 menjadi Rp13.750, serta PTRO yang menguat Rp1.150 ke Rp7.125 per saham.
Sementara itu, tekanan jual terjadi pada sejumlah saham, di antaranya DCII yang turun Rp875 ke Rp225.325 per saham, CMRY melemah Rp325 ke Rp5.475, serta LIFE terkoreksi Rp250 ke level Rp8.250 per saham.
Dari sisi likuiditas, saham BUMI kembali menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 246.022 kali dan nilai transaksi mencapai Rp4,11 triliun. Selanjutnya BIPI dengan transaksi 144.786 kali senilai Rp683 miliar, serta BUVA sebanyak 94.637 kali dengan nilai Rp863 miliar.
Related News
Sukuk Wakalah CNAF Kembali Meluncur, Imbal Hasil hingga 5,45 Persen
Hashim Semprot OJK-BEI, Presiden Marah Soal Rasio Saham Kelewat Ngawur
IHSG Tembus 8.262 di Sesi I (11/2), Saham Konglo Naik Panggung!
Pemanfatan Hidrogen Masih Didominasi Untuk Bahan Baku Pupuk
Menperin Sudah Copot Jabatan Tersangka Penyimpangan Ekspor CPO
Wamenkeu Juda Ungkap Tiga Langkah Kemenkeu Genjot Penerimaan Negara





