IHSG Terseret Arus Standalone Market
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu seiring aksi rotasi investor dari saham teknologi berbasis AI ke sektor lain. Langkah investor keluar dari saham teknologi berbasis AI dipicu kekhawatiran emiten sektor tersebut terlalu berlebihan dalam menggelontorkan belanja modal. Bahkan, mayoritas biayai mengandalkan utang di tengah era kebijakan moneter ketat/suku bunga tinggi.
Beberapa saham di luar emiten teknologi mencatat penguatan, dan menjadi penopang indeks. Di antaranya Nike melejit 5,21 persen, dan Walmart melonjak 1,47 persen. Seagate Technology drop 3,19 persen, Western Digital anjlok 2,10 persen, dan SK hynix menukik 0,98 persen.
Kemungkinan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market dari Emerging Market oleh MSCI diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan. Sepanjang perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.790-5.715, dan resistance 5.940-6.010.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Cisarua Mountain Dairy alias Cimory (CMRY), Pakuwon Jati (PWON), Kalbe Farma (KLBF), Amman Mineral (AMMN), Astra Agro Lestari (AALI), dan Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS). (*)
Related News
Baru Dibuka, IHSG Seketika Trading Halt 8% Usai Kronik MSCI
Mengapa MSCI Turunkan RI ke Standalone Market Bukan ke Frontier Market
Sediakan 70 Ribu Kuota, Kemnaker Buka Layanan MagangHub Jabodetabek
Wall Street Katrol IHSG
Jika Indonesia ke Standalone Market, Apa Dampaknya?
Prabowo Minta PLN Rombak Model Bisnis dan Pangkas Subsidi





