IHSG Tertekan, Serok Sejumlah Saham Berikut
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup melemah. Itu menyusul saham sektor teknologi berbasis AI tertekan. Kondisi itu terjadi dipicu lonjakan inflasi September 2026 dibanding dengan ekspektasi. Biro Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) melaporkan inflasi naik 0,6 persen mom/+3.7 persen yoy (sebelumnya 0,4 persen mom/+3,4 persen yoy).
Secara bulanan inflasi sejalan ekspektasi namun secara tahunan lebih tinggi dari konsensus ekonom 3,6 persen yoy. Kalau komponen harga makanan dan energi dikeluarkan atau inflasi inti, inflas? September tercatat naik 0,2 persen mom/+2,5 persen yoy lebih tinggi dari konsensus 0,2 persen mom/+2,5 persen yoy.
Inflasi tinggi itu, dikhawatirkan akan membuat The Fed menahan suku bunga pada level saat ini bahkan lebih tinggi lagi berpotensi membebani saham sektor teknologi berbasis AI yang dinilai terlalu berlebihan dalam berutang. Beberapa saham sektor teknologi mengalami koreksi signifikan antara lain CoeWeave 15,46 persen, dan Oracle 8,83 persen.
Pelemahan indeks bursa Wall Street, dan koreksi harga komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga CPO, dan minyak mentah berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.900-5.860, dan resistance 5.985-6.030. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Triputra Agro (TAPG), Astra Agro (AALI), Lonsum (LSIP), Bank BCA (BBCA), Charoen Pokphand (CPIN), dan Astra (ASII). (*)
Related News
IHSG Pagi Ambruk Nyaris Sepersen, Longsor ke Bawah Level 5.900
Net Sell Asing Tercatat Rp1,13 T, IHSG Rawan Turun
IHSG Berpotensi Sideways di 5.800-6.000, Support Krusial 5.851
Apple Naik Sendirian, Kapitalisasi Tembus USD5 Triliun
Waspada, IHSG Terancam Koreksi
Dijajaki: Industri Mamin Bisa Serap Stok Lama Beras Bulog





