EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup anjlok 2,59 persen menjadi 5.936. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD, dan Stochastic RSI membentuk death cross area pivot. So, perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan menguji level 5.800-5.900.

Ketidakpastian global masih tinggi, harga minyak Brent bertahan di atas USD100 per barel, kekhawatiran akan potensi capital outflow pasar obligasi Indonesia, pelemahan Rupiah, dan berbagai isu mengenai MSCI, telah menjadi faktor-faktor negatif memengaruhi pergerakan IHSG.

Harga minyak bertahan di level tinggi berpotensi membuat defisit APBN makin lebar, dan berpeluang mendorong defisit neraca perdagangan. Sedang rumor mengenai MSCI menimbulkan kekhawatiran, dan ketidakpastian bagi para investor. Bursa Efek Indonesia (BEI) menajatuhi sanksi terhadap 70 emiten karena belum menyampaikan laporan keuangan melebihi batas waktu.

Sanksi diberikan berupa denda Rp150 juta, denda Rp50 juta, dan peringatan tertulis I, II dan III. Sanksi tersebut sehubungan dengan kewajiban penyampaian laporan keuangan interim per 30 Juni 2026. Keterlambatan pelaporan merusak citra perusahaan di mata publik, analis, dan pemegang saham. Selain itu, kewajiban membayar denda berpotensi menambah beban arus kas perusahaan.

Berdasar data dan fakta itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Erajaya (ERAA), United Tractors (UNTR), Indofood CBP (ICBP), Indofood Sukses Makmur (INDF), dan Medco Energi Internasional (MEDC). (*)