Ikon Mode Seibu Shibuya Tutup Usai 58 Tahun Beroperasi
:
0
Pusat perbelanjaan ikonik Seibu Shibuya di distrik Shibuya, Tokyo, Jepang, resmi menghentikan seluruh operasionalnya pada akhir bulan ini. (Foto: Japan Forward)
EmitenNews.com - Pusat perbelanjaan ikonik Seibu Shibuya di distrik Shibuya, Tokyo, Jepang, resmi menghentikan seluruh operasionalnya pada akhir bulan ini. Penutupan tersebut mengakhiri kiprah toko serba ada ini selama 58 tahun sejak pertama kali dibuka pada tahun 1968.
Gedung yang dikenal sebagai pelopor lahirnya merek-merek mode legendaris Jepang ini akan menutup operasional tiga fasilitas utamanya, yaitu Gedung A, Gedung B, dan Gedung Parkir pada Rabu (30/9). Sementara itu, gedung ritel pendukung seperti Loft dan Movida akan tetap beroperasi secara normal.
Informasi mengenai berakhirnya operasional ritel bersejarah tersebut dikonfirmasi oleh para mantan pengelola dan pakar mode setempat. "Toko ini dikenal sebagai tempat untuk menemukan apa yang Anda inginkan. Saya sangat sedih atas penutupan ini, karena saya tahu bahwa toko ini merupakan pemimpin di dunia mode," ujar mantan Manajer Toko Seibu Shibuya era 1980-an Seiichi Mizuno sebagaimana diberitakan Japan News, Sabtu (26/9).
Seibu Shibuya memegang peran krusial dalam membentuk identitas Shibuya sebagai pusat budaya dan mode anak muda sejak dekade 1970-an. Toko ini menjadi tempat peragaan busana awal bagi desainer ternama dunia seperti Kenzo Takada, Issey Miyake, Yohji Yamamoto, dan Rei Kawakubo sebelum menembus panggung mode internasional di Paris.
Perubahan perilaku konsumen akibat berkembangnya platform belanja daring serta media sosial menjadi salah satu pemicu pergeseran tren ritel fisik secara global. Kondisi tersebut turut memengaruhi keberlangsungan pusat perbelanjaan tradisional yang selama puluhan tahun menjadi penggerak utama tren gaya hidup.
Penghentian operasional Seibu Shibuya menandai pergeseran besar dalam lanskap industri ritel dan budaya mode Asia. Peristiwa ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi sektor department store konvensional di tengah pesatnya digitalisasi ekonomi.(*)
Related News
DPR-Pemerintah Sepakat Pangkas Subsidi Energi 2027 Rp11,4 Triliun
Cermati Saham Ini Pekan Depan; ANTM, INCO hingga BBCA
Kemenkeu Obral SBR015, Imbal Hasil Tertinggi Dalam 6 Tahun!
Prabowo Bentuk Badan Baru Cegah Karhutla di Kawasan Gambut
Ini Top Losers Sepekan, SAFE hingga MNC Group, Cek!
Dampak 87 Saham Bebas Pemantauan Khusus Bagi Bursa & Investor





